RADARTASIK.ID— Riwayat pemain Spanyol di Persib Bandung menjadi sumber energi bagi langkah Sergio Castel.
Kehadiran Sergio Castel di Persib Bandung tidak dimaksudkan sekadar mengisi slot pemain asing, melainkan membawa tekad untuk menyambung—bahkan menembus—batas capaian para pendahulunya yang telah lebih dulu mencatatkan sejarah.
Nama Alberto Rodriguez dan Tyronne Del Pino masih bergema di ingatan publik sepak bola Kota Kembang.
Baca Juga:Magis Saddil Ramdani di Persib: Masuk Lapangan, Sentuh Bola Lalu Cetak Gol KemenanganCyrus Margono Gabung Persija Jakarta, Menjadi Fondasi Macan Kemayoran di Masa Depan, Kenapa Tidak ke Persib?Â
Keduanya menjadi bagian tak terpisahkan dari periode emas Persib Bandung yang berujung pada keberhasilan merebut gelar Liga 1 musim 2023/2024 dan 2024/2025.
Torehan tersebut bukan hanya menambah kilau trofi klub, tetapi juga mengukuhkan anggapan bahwa pemain asal Spanyol mampu beradaptasi, menyatu, dan bersinar di bawah atmosfer Bandung.
Dengan kontrak yang mengikatnya hingga akhir musim, Castel kini tercatat sebagai pemain Spanyol keempat yang mengenakan kostum Maung Bandung.
Sebelum Rodriguez dan Tyronne Del Pino, publik sempat mengenal Juan Carlos Belencoso yang memperkuat Persib pada ajang Indonesia Soccer Championships 2016.
Deretan nama itu membentuk semacam garis sejarah—sekaligus garis tantangan—yang menunggu untuk diperpanjang.
Kesadaran akan jejak tersebut justru memantik motivasi besar dalam diri Castel.
Penyerang lulusan akademi Atletico Madrid itu memandang kisah sukses para kompatriotnya bukan sebagai beban, melainkan sebagai pijakan.
Sergio Castel Ingin Catatkan Sejarah di Persib Bandung
Sergio Castel ingin catatkan Sejarah di Persib Bandung.
Baca Juga:Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Buka Suara Soal Pasien Cuci Darah yang Dicoret BPJS Kesehatan Malut United Siapkan Taktik Khusus Hadapi Persib Bandung di GBLA, Hendri Susilo Buka-BukaanÂ
Ia menyimpan hasrat untuk tidak berhenti pada pencapaian yang sama, melainkan berusaha melampauinya dengan menghadirkan prestasi bersama klub yang ia yakini memiliki kebesaran tradisi dan ambisi.
Rasa percaya diri itu semakin menguat seiring kondisi tim yang tengah berada dalam persimpangan dua jalur perburuan gelar.
Persib berdiri di puncak klasemen kompetisi domestik, sambil menatap tantangan di pentas Asia melalui AFC Champions League Two.
Bagi Castel, situasi tersebut mencerminkan arah yang jelas dan fondasi mental juara yang sedang terbangun.
Di tengah suasana optimistis itu, agenda perjalanan ke Thailand dan mimpi merengkuh dua gelar tidak dipandang sebagai angan kosong.
