Wamendagri Kunjungi Dapur MBG di Kota Banjar, Tekankan Standar Steril dan Pengelolaan Limbah

Wakil menteri dalam negeri Akhmad Wiyagus
Wamendagri saat menyalami relawan dapur MBG, Sabtu (07/02/2026) siang. (Anto Sugiarto/radartasik.id)
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Komjen Polisi (Purn) Akhmad Wiyagus melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjar, Sabtu (07/02/2026).

Salah satu agenda kunjungannya adalah meninjau langsung dapur MBG (Makan Bergizi Gratis/SPPG) di Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman.

Sebelum meninjau dapur MBG, Wamendagri terlebih dahulu memberikan arahan kepada Wali Kota Banjar beserta jajarannya di Pendopo Kota Banjar. Usai kegiatan tersebut, rombongan langsung menuju lokasi dapur MBG.

Baca Juga:Lari Mundur Bernama Anggaran di Kota Tasikmalaya!Lari dan Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya yang Dipertanyakan! (part 4-habis)

Setibanya di dapur MBG, Wamendagri didampingi Wali Kota Banjar, Wakil Wali Kota, serta jajaran terkait melakukan pengecekan ke dalam dapur untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

Dalam peninjauan itu, Wamendagri menekankan pentingnya penerapan standar kebersihan dan sterilitas secara menyeluruh.

“Semua yang masuk ke dalam dapur MBG harus steril (menggunakan masker, cuci tangan, pakai sendal hingga penutup kepala),” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa standar tersebut juga wajib diterapkan oleh seluruh pekerja dapur demi menjaga kualitas makanan yang disajikan.

Menurutnya, kebersihan dari ujung kaki hingga kepala menjadi faktor utama dalam menjamin keamanan pangan.

“Dari ujung kaki sampai kepala harus komprehensif (harus steril), supaya makanan yang disajikan kualitas baik,” ujarnya.

Wali Kota Banjar H Sudarsono menjelaskan bahwa kunjungan Wamendagri bertujuan memastikan pelaksanaan program MBG, KDMP, serta cek kesehatan gratis di Kota Banjar berjalan dengan baik.

Baca Juga:Lari dan Suasana Batin Warga Kota Tasikmalaya (Part 3)Pelari Muda MAN 1 Tasikmalaya, Muhammad Yazid Anwar, Borong Medali dan Amankan Tiket Porprov 2026

Ia menyebutkan, saat ini di Kota Banjar terdapat 34 dapur MBG, namun yang sudah beroperasi baru 27 dapur, sementara sisanya masih dalam proses berjalan.

“Di Kota Banjar sudah ada 34 dapur MBG, namun yang sudah beroperasi baru 27 dapur sementara sisanya masih proses running,” ucapnya.

Menurut Sudarsono, dapur MBG di Kelurahan Hegarsari dipilih karena dinilai telah memenuhi standar, baik dari sisi kawasan, bangunan, peralatan, maupun makanan yang disajikan.

Meski dari segi desain belum sepenuhnya mengikuti ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), dapur tersebut diharapkan dapat menjadi percontohan bagi dapur MBG lainnya.

“Kita berharap dapur MBG, secara keseluruhan bisa menjaga kualitas makanan (yang disajikan bagi para penerima manfaat),” ujarnya.

0 Komentar