Ia menjelma menjadi bukti bahwa Kota Tasikmalaya masih punya magnet budaya, sekaligus peluang nyata menggerakkan ekonomi lokal tanpa perlu baliho proyek miliaran.
Di Dadaha, jaipongan tak hanya ditonton. Ia dipertaruhkan: antara pelestarian budaya dan perputaran rupiah. Dan untuk empat hari ke depan, keduanya menari bersama. (ayu sabrina barokah)
