TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Bupati Tasikmalaya H Cecep Nurul Yakin pulang-pergi Jakarta. Bulak-balik. Bukan cari batik Tanah Abang. Bukan pula oleh-oleh koper berisi baju. Yang dibawanya justru aspal. Tepatnya: 32 ruas jalan.
Jumlah itu tidak kecil. Untuk ukuran Tasikmalaya, itu sudah seperti membawa pulang satu paket harapan. Jalan-jalan yang selama ini hanya kuat dilewati doa, sebentar lagi akan diperbaiki.
Cecep tidak berhenti di situ. Ia justru melempar bola ke warga. Siapa pun yang ingin jalannya diperbaiki, silakan spil. Usulkan. Teriakkan. Jangan dipendam. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, kata Cecep, tidak mungkin tahu semua lubang di lapangan. Lubang di jalan terlalu banyak. Lubang informasi lebih berbahaya.
Baca Juga:Polisi Turun Tangan Punguti Sampah Situ Gede, Kota Tasikmalaya Diingatkan Soal Ruang Publik yang Mulai LelahHarlah NU ke-100 di Kota Tasikmalaya Fokus Penguatan Ukhuwah dan Regenerasi Kader
Targetnya pun tidak main-main. Awal Februari 2026 sudah masuk tahap lelang. Dua puluh hari kemudian, pemenang sudah ada. Tidak lama setelah itu, alat berat mulai bekerja. Aspal mulai dihampar. Debu sedikit naik. Tapi harapan jauh lebih tinggi.
Ini penting. Jalan bukan sekadar urusan kendaraan. Jalan adalah urusan perut. Jalan adalah urusan anak sekolah. Jalan adalah urusan senyum pedagang. Ketika jalan mulus, biaya turun. Waktu singkat. Emosi pun ikut jinak.
Kabupaten Tasikmalaya tahu betul rasanya hidup dengan jalan yang setengah jadi. Lubang yang sudah seperti alamat tetap. Aspal yang lebih sering dijanjikan daripada dikerjakan.
Karena itu, 32 ruas ini terasa seperti kabar baik yang patut dijaga. Dijaga agar tidak berhenti di papan proyek. Dijaga agar tidak hilang di tengah musim hujan dan musim politik.
Kalau semua berjalan lancar, Kabupaten Tasikmalaya bukan hanya akan lebih mudah dilalui. Tapi juga lebih bahagia.
Dan semoga, oleh-oleh dari Jakarta ini benar-benar sampai ke rumah warga. Bukan cuma sampai di pengumuman. (red)
