RADARTASIK.ID – Pengakuan jujur datang dari internal AC Milan terkait periode sulit yang dialami klub setelah berakhirnya era kepemilikan Silvio Berlusconi.
Maikel Oettle, Chief Commercial Officer AC Milan, secara terbuka menyebut Rossoneri sempat dikelola dengan sangat buruk usai ditinggal sang mantan pemilik legendaris.
Pernyataan tersebut disampaikan Oettle saat menjadi pembicara dalam ajang SPOBIS Conference di Hamburg, Jerman.
Baca Juga:Beppe Marotta Jelaskan Mengapa Inter Tak Beli Pemain di Bursa Transfer JanuariDihubungi Pemilik Klub, Ranieri Beri Sinyal Totti Pulang ke AS Roma
Dalam forum bisnis olahraga bergengsi itu, Oettle memaparkan proses kebangkitan Milan dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus mengulas kesalahan manajemen yang membuat klub terpuruk setelah era Berlusconi berakhir.
“Setelah era Berlusconi, sayangnya klub dikelola dengan sangat buruk. Kami harus melakukan sesuatu yang benar-benar baru,” ujar Oettle, seperti dikutip Calcio e Finanza.
Pengakuan ini seolah mengonfirmasi apa yang dirasakan para pendukung Milan selama bertahun-tahun.
Setelah dominasi panjang di Italia dan Eropa bersama Berlusconi, Rossoneri sempat kehilangan arah.
Pergantian kepemilikan, kebijakan transfer yang tidak konsisten, serta lemahnya visi jangka panjang membuat Milan terjebak dalam fase penurunan prestasi, baik di dalam maupun luar lapangan.
Oettle, yang bergabung dengan Milan pada 2019, menegaskan bahwa titik balik klub dimulai dari kesadaran akan kesalahan masa lalu.
Menurutnya, Milan tidak bisa bangkit hanya dengan meniru cara lama atau sekadar mengikuti praktik umum di industri sepak bola.
Baca Juga:AC Milan Diprediksi Kantongi Duit Rp1,5 Triliun dari Cuci Gudang Pemain PinjamanMedia Italia Bantah Rumor Juventus akan Barter Khepren Thuram dengan Kolo Muani
“Gagasannya adalah memahami bahwa praktik terbaik tidak selalu datang dari sektor yang sama,” ucapnya.
“Kami mulai merekrut talenta dari industri lain, menghadapi masalah dengan sudut pandang berbeda, dan bekerja sama dengan merek-merek yang identik dengan inovasi,” jelasnya.
Dalam paparannya, Oettle juga menekankan bahwa Milan sejatinya masih memiliki fondasi yang sangat kuat.
Status sebagai klub kedua tersukses di Liga Champions menjadi modal historis yang tak ternilai, meski Rossoneri sudah lama tidak mengangkat trofi Si Kuping Besar.
“Kami mewakili klub dengan sejarah kesuksesan luar biasa. Memang kami sudah lama tidak memenangkan Liga Champions, tetapi Milan tetap berada di posisi kedua sebagai klub tersukses di kompetisi tersebut,” katanya.
