Laju IHSG Tergelincir di Bawah 8.000, Tekanan Jual Saham Semakin Terasa di Akhir Pekan Ini

Laju IHSG Tergelincir di Bawah 8.000
Laju IHSG Tergelincir di Bawah 8.000, Tekanan Jual Semakin Terasa di Akhir Pekan Ini. Foto: Disway
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tergelincir di bawah 8.000. Perjalanan IHSG kehilangan pijakan pada sesi siang perdagangan Jumat, 6 Februari 2026.

Pada grafik pergerakan indeks tergelincir hingga menembus ke bawah level psikologis 8.000, menandai tekanan jual yang kian terasa sejak akhir pekan ini.

Sehari sebelumnya, Kamis, 5 Februari 2026, pasar saham domestik sudah lebih dulu menunjukkan gejala melemah.

IHSG ditutup di level 8.103,88 atau terkoreksi 0,53 persen.

Baca Juga:Persib vs Malut United Jadi Reuni Panas Mantan Persib Bandung di GBLA, Kurzawa dan Dion Markx Jalani DebutBabak Baru Persib: Wilujeung Sumping Sergio Castel, Penyerang Baru Persib Bandung, Ini Profil Lengkapnya  

Pelemahan tersebut terutama ditarik oleh saham-saham sektor industri dan infrastruktur yang menjadi pemberat utama, masing-masing tertekan lebih dari satu persen.

Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menilai tekanan di pasar tidak muncul tanpa sebab.

Menurutnya, pelaku pasar masih dibayangi sentimen negatif seiring kehati-hatian dalam merespons implementasi delapan rencana aksi reformasi pasar modal Indonesia.

Selain itu, rilis data makroekonomi turut menjadi perhatian, khususnya angka pertumbuhan ekonomi nasional.

Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen secara tahunan.

Capaian tersebut dinilai sedikit berada di bawah target pemerintah yang dipatok di kisaran 5,2 persen, sehingga belum cukup kuat untuk mengangkat optimisme pasar.

Tekanan dari luar negeri juga ikut memperberat langkah IHSG.

Data Reliance Sekuritas Indonesia menunjukkan mayoritas indeks utama Wall Street ditutup di zona merah.

Baca Juga:Fantastis, Nobar Persib vs Malut United di CGV Paris van Java Mall Jadi Ruang Alternatif Rasakan Atmosfer GBLAMauro Ziljstra Siap Meledak di Lini Depan Persija Jakarta, Target Pribadinya Begitu Luar Biasa

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih di pasar reguler senilai Rp355,43 miliar, dengan saham-saham seperti ANTM, MDKA, BRIS, BBNI, dan BUMI menjadi yang paling banyak dilepas.

Reza menjelaskan bahwa sentimen global masih dibayangi aksi jual saham-saham teknologi di Amerika Serikat.

Faktor lain yang memengaruhi adalah laporan kinerja Amazon, evaluasi pasar terhadap rencana belanja besar Alphabet untuk pengembangan kecerdasan buatan, serta rilis data pasar tenaga kerja yang belum sepenuhnya menenangkan investor.

“Sentimen negatif disebabkan oleh maraknya aksi jual saham teknologi oleh para investor dan rilis laporan pendapatan Amazon, penilaian terhadap rencana pengeluaran besar Alphabet untuk AI, hingga data di pasar tenaga kerja,” ujar Priyambada.

Dengan kombinasi sentimen domestik dan global tersebut, Reliance Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat ini akan berada dalam rentang support di level 7.712 dan resistance di level 8.195, dengan kecenderungan bergerak melemah.

0 Komentar