Situasi ini dimanfaatkan Atalanta dengan sangat baik. Tim asuhan Palladino tampil efektif lewat serangan balik yang dieksekusi nyaris sempurna.
Gol demi gol tercipta, sementara Juventus semakin kehilangan kendali hingga akhirnya harus menerima kekalahan telak 0-3.
Sabatini menutup analisanya dengan catatan yang cukup keras.
Ia menyebut Juventus mengakhiri laga dengan sejumlah percobaan dari Zhegrova, Openda, dan beberapa aksi individual lain, namun semua itu justru menegaskan satu masalah besar.
Baca Juga:Petinggi AC Milan: Rossoneri Tak Terurus Usai Kepergian BerlusconiBeppe Marotta Jelaskan Mengapa Inter Tak Beli Pemain di Bursa Transfer Januari
“Tim ini kekurangan seorang penyerang tengah yang benar-benar pantas disebut striker Juventus,” tegasnya.
Lebih dari itu, Sabatini menilai Juventus juga kekurangan kesadaran kolektif.
Menurutnya, situasi seperti ini tidak bisa terus-menerus disederhanakan dengan alasan sial atau dalih klasik bahwa permainan sudah bagus dan hanya hasil yang kurang berpihak.
“Tidak. Situasi seperti ini harus diceritakan dan dianalisis secara lebih utuh,” pungkas Sabatini.
