Juventus Dihajar Atalanta 3-0, Jurnalis Italia Heran dengan Taktik Pergantian Pemain Spalletti

Luciano Spalletti
Luciano Spalletti Foto: Tangkapan layar DAZN
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kekalahan telak Juventus dari Atalanta dengan skor 0-3 di babak semifinal Coppa Italia memantik kritik tajam dari jurnalis Italia, Sandro Sabatini.

Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini menyoroti keputusan-keputusan taktis pelatih Luciano Spalletti, terutama terkait pergantian pemain yang dinilai justru mempercepat kejatuhan Bianconeri.

“Atalanta mengalahkan Juventus 3-0 dan mengamankan tiket ke semifinal Coppa Italia,” tulis Sabatini mengawali analisisnya.

Baca Juga:Petinggi AC Milan: Rossoneri Tak Terurus Usai Kepergian BerlusconiBeppe Marotta Jelaskan Mengapa Inter Tak Beli Pemain di Bursa Transfer Januari

Hasil ini disebut “aneh” karena Juventus tersingkir dengan cara yang mencolok, terutama setelah performa yang sebenarnya tidak sepenuhnya buruk selama sebagian besar laga.

Menurut Sabatini, pertandingan tersebut sarat kontradiksi. Di satu sisi, Atalanta pantas merayakan kemenangan berkat efektivitas dan kedisiplinan mereka.

Namun di sisi lain, Juventus dinilai runtuh sendiri, terutama setelah memasuki 20 menit terakhir pertandingan.

Selama lebih dari satu jam permainan, Juventus terus menekan Atalanta dan hanya tertinggal 0-1 akibat penalti, yang secara aturan memang sah.

Sabatini menegaskan penalti tersebut tidak bisa diperdebatkan secara regulasi karena posisi tangan Bremer berada di luar siluet tubuh.

Meski begitu, dari sudut pandang “kemurnian sepak bola”, aturan tersebut tetap menimbulkan tanda tanya.

“Penaltinya benar, saya ulangi, tapi keunggulan 1-0 Atalanta terasa kurang adil jika melihat volume permainan, peluang, dan agresivitas Juventus,” papar Sabatini.

Baca Juga:Dihubungi Pemilik Klub, Ranieri Beri Sinyal Totti Pulang ke AS RomaAC Milan Diprediksi Kantongi Duit Rp1,5 Triliun dari Cuci Gudang Pemain Pinjaman

Ia juga mencatat bahwa dominasi Juventus kerap diwarnai dengan pengambilan keputusan yang tergesa-gesa dari pemain, hingga Spalletti beberapa kali terlihat dari pinggir lapangan meminta para pemainnya lebih tenang.

Masalahnya, ketenangan itu justru berubah menjadi kebingungan setelah Spalletti melakukan pergantian pemain yang dianggap sulit dipahami.

Saat Juventus tertinggal 0-1 dan masih memiliki sekitar 20 menit plus waktu tambahan, Spalletti menarik keluar David—yang dinilai tampil cukup solid—dan mencoba memainkan McKennie sebagai penyerang tengah.

Keputusan tersebut menjadi titik balik negatif. Juventus kehilangan titik referensi di lini depan.

Permainan menjadi tidak terarah, bukan hanya karena perubahan susunan pemain, tetapi juga akibat menurunnya kepercayaan diri serta frenesia yang tak menghasilkan solusi konkret.

0 Komentar