TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Perang melawan sampah kini resmi masuk agenda negara, dengan nama Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik dan Indah).
Di Kota Tasikmalaya, instruksi Presiden Prabowo Subianto itu diterjemahkan dalam aksi bersih-bersih massal di kawasan wisata Situ Gede, Jumat (6/2/2026).
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi Pembangunan Kota Tasikmalaya, H Hanafi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam Rakornas Forkopimda se-Indonesia yang mewajibkan seluruh daerah melakukan aksi nyata menjaga lingkungan.
Baca Juga:Gerindra Berusia 18 Tahun dan Cara Merayakan Kekuasaan!Diky Candra: Wakil Tak Punya “Tanduk” Untuk Diadu, yang Penting Pemkot Tasikmalaya Kompak
“Ini sebenarnya kewajiban kita semua. Tapi sekarang diperkuat dengan instruksi Presiden. Jadi bukan sekadar imbauan, tapi harus ada gerakan konkret,” kata Hanafi usai kegiatan karya bhakti di Situ Gede.
Menurutnya, aksi bersih-bersih tersebut diinisiasi Kapolres Tasikmalaya Kota dan didukung penuh unsur Forkopimda, mulai dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, TNI, Polri, hingga komunitas masyarakat.
“Ini sudah yang kedua kalinya dilakukan. Harapannya bisa menjadi kebiasaan, bukan acara seremonial yang datang lalu hilang seperti sampah itu sendiri,” ujarnya dengan nada satir.
Tak hanya mengangkut sampah, peserta kegiatan juga menuangkan cairan ekoenzim ke perairan Situ Gede.
Cairan tersebut merupakan hasil fermentasi sampah organik yang diolah komunitas pemerhati lingkungan.
“Ekoenzim ini untuk membantu mengurai pencemaran. Jadi sampah tidak hanya dipindahkan, tapi juga diurai secara ekologis,” jelas Hanafi.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih fisik, melainkan upaya edukasi kepada masyarakat sekitar Situ Gede agar ikut bertanggung jawab menjaga kawasan tersebut.
Baca Juga:H Amir Mahpud: Negarawan Itu Mengundang, Bukan Mengusir!Booth Kota Tasikmalaya Laris di Inacraft, Istri Diky Candra Turun Tangan Jadi Influencer Kriya
“Situ Gede ini milik masyarakat Kota Tasikmalaya. Nilainya bukan cuma wisata, tapi juga irigasi dan sumber kehidupan. Jadi jangan hanya menikmati, tapi juga merawat,” katanya.
Hanafi yang juga Plt Kepala BPBD ini menyebut masyarakat sekitar perlu diberi pemahaman bahwa kebersihan bukan tugas pemerintah semata.
“Kalau pemerintah terus yang memungut, sementara masyarakat terus yang membuang, itu bukan gotong royong, itu namanya kejar-kejaran,” sindirnya.
Kegiatan karya bhakti tersebut diikuti unsur TNI-Polri, Pemerintah Kota Tasikmalaya, Dinas Lingkungan Hidup, Disporabudpar, Karang Taruna, hingga komunitas ojek online.
