Gerindra Berusia 18 Tahun dan Cara Merayakan Kekuasaan!

peringatan HUT ke-18 Gerindra Jawa Barat di Bandung
Kemeriahan Hari Ulang Tahun ke-18 Partai Gerindra di Hotel Horison, Bandung, Kamis (5/2/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Panitia sengaja menata acara secara sederhana. Seolah ingin mengatakan: ulang tahun ini bukan tentang partai, tapi tentang manfaat.

Format ini menegaskan arah kerja politik Gerindra Jawa Barat yang ingin lebih membumi. Hadir nyata. Terlihat langsung.

Memasuki usia ke-18, Gerindra memang sedang berada di fase yang mapan. Di Jawa Barat, partai ini menjadi pemenang pemilu legislatif tingkat provinsi.

Baca Juga:Diky Candra: Wakil Tak Punya “Tanduk” Untuk Diadu, yang Penting Pemkot Tasikmalaya KompakH Amir Mahpud: Negarawan Itu Mengundang, Bukan Mengusir!

Kader-kadernya mengisi berbagai posisi strategis di pemerintahan daerah. Di tingkat nasional, Ketua Umum Gerindra kini menjabat Presiden Republik Indonesia—sebuah posisi puncak dalam peta politik.

Konteks itu membuat peringatan HUT tidak lagi sekadar perayaan. Ia menjadi ruang refleksi.

Tema Kompak, Bergerak, Berdampak bukan slogan kosong. Ia mencerminkan tiga agenda besar: menjaga soliditas internal, mempercepat kerja politik, dan memastikan setiap program benar-benar terasa oleh masyarakat.

Pemilihan kegiatan tausiyah dan santunan menjadi simbol yang kuat. Politik tidak dilepaskan dari dimensi sosial. Kekuasaan tidak boleh jauh dari empati.

Bagi banyak organisasi, hari jadi adalah saat bercermin. Melihat ke belakang. Menentukan arah ke depan. Pola itu tampak jelas dalam peringatan HUT Gerindra Jawa Barat tahun ini.

Di tengah kompetisi politik yang kian dinamis dan hiruk-pikuk pencitraan, format perayaan yang membumi ini menjadi penanda perubahan kultur. Menjauh dari kemeriahan simbolik. Mendekat ke kebutuhan nyata.

Tasyakur di Bandung itu sederhana. Tapi justru di situlah pesannya bekerja. Kadang, ulang tahun tidak perlu dirayakan dengan sorak-sorai. Cukup dengan memastikan bahwa kehadiran sebuah partai benar-benar berdampak. (rls)

0 Komentar