RADARTASIK.ID – Daniel Maldini resmi memulai petualangan barunya bersama Lazio di paruh kedua musim ini.
Dalam konferensi pers perkenalan yang digelar di Formello, putra legenda AC Milan itu mengungkap peran yang telah disiapkan pelatih Maurizio Sarri untuknya: false nine. Sebuah tantangan baru yang siap ia jalani dengan penuh antusias.
Maldini mengaku langsung merasakan atmosfer positif sejak hari pertama bergabung dengan Biancocelesti.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Gara-gara Komisi Agen, Inter Ingin Curi Weston McKennie dari JuventusJuventus Dihajar Atalanta 3-0, Jurnalis Italia Heran dengan Taktik Pergantian Pemain Spalletti
Sambutan hangat dari rekan setim dan komunikasi awal yang intens dengan Sarri menjadi faktor penting di balik keputusannya memilih Lazio sebagai pelabuhan karier berikutnya.
“Sensasi dan pikiran saya sangat positif. Rekan-rekan menyambut saya dengan baik, saya juga sudah mengenal beberapa di antaranya. Saya tak sabar untuk kembali bermain dan menunjukkan kemampuan saya,” ujar Maldini.
Dalam sesi bincang awal dengan Sarri, Maldini langsung mendapat gambaran jelas tentang perannya di lapangan.
Ia akan ditempatkan sebagai false nine—peran yang relatif baru dalam kariernya, namun justru memantik motivasi ekstra.
“Pelatih menjelaskan ide-idenya dan peran saya akan sebagai false nine. Ini hal yang cukup baru bagi saya, tetapi saya senang bisa menguji diri dengan cara seperti ini,” katanya.
Maldini menyadari tekanan selalu ada, terutama bagi pemain menyerang. Namun, ia menegaskan bahwa kontribusi di lini depan tidak semata soal mencetak gol.
“Tentu penyerang turun ke lapangan untuk mencetak gol, tetapi membantu rekan setim mencetak gol juga hal yang positif,” tambahnya.
Baca Juga:Petinggi AC Milan: Rossoneri Tak Terurus Usai Kepergian BerlusconiBeppe Marotta Jelaskan Mengapa Inter Tak Beli Pemain di Bursa Transfer Januari
Bagi Maldini, kepercayaan penuh dari klub dan pelatih menjadi elemen krusial. Ia merasa saat ini adalah momentum yang tepat untuk berkembang dan memaksimalkan karakteristik permainannya.
“Sangat penting memiliki orang-orang yang benar-benar percaya pada Anda. Saya pikir ini adalah momen yang tepat dan saya berada di tempat yang tepat untuk menonjolkan kemampuan saya,” ujarnya.
Ia juga tak menutup mata terhadap kekurangan yang masih harus diperbaiki, terutama soal konsistensi—baik secara teknis maupun mental.
“Saya tahu kekurangan saya. Saya harus menemukan kontinuitas dan tidak bermain hanya dalam momen-momen tertentu, juga dari sisi karakter. Tapi sekarang mungkin saatnya mengambil satu langkah ke depan,” tegasnya.
