Musim panas lalu, sejumlah klub Liga Inggris sempat memantau situasi Bisseck. Namun, mereka mundur karena tidak mampu memenuhi tuntutan finansial Inter.
Saat ini, nilai pasar bek berusia 24 tahun tersebut diperkirakan sudah menyentuh €40 juta, atau sekitar Rp680 miliar.
Dengan banderol tersebut, Inter berpeluang mencatat keuntungan sekitar €37 juta—setara Rp629 miliar—dari investasi awal mereka.
Baca Juga:Demi Scudetto dan Liga Champions, Media Italia Sarankan Juventus Segera Perpanjang Kontrak SpallettiDaniel Maldini: Sarri Meminta Saya Berperan sebagai False Nine di Lazio
Masuknya Bayern Munchen ke dalam persaingan jelas bisa mendorong harga Bisseck semakin tinggi.
Meski hingga kini belum ada kontak resmi antara pihak Bayern dengan Inter maupun sang pemain, ketertarikan Die Roten dinilai serius.
Bayern disebut ingin memiliki bek tengah ketiga berkelas dunia untuk bersaing dengan Upamecano dan Jonathan Tah.
Selain itu, performa Kim Min-jae yang belum sepenuhnya meyakinkan sejak didatangkan dari Napoli juga membuka peluang perubahan di lini belakang Bayern pada bursa transfer musim panas nanti.
Sejak mengenakan seragam Nerazzurri, Yann Bisseck telah mencatatkan 88 penampilan, dengan kontribusi enam gol dan tujuh assist—angka yang cukup impresif untuk seorang bek tengah.
Dengan usia yang masih muda dan performa yang terus menanjak, Bisseck kini bukan hanya aset penting bagi Inter, tetapi juga salah satu komoditas panas di bursa transfer Eropa.
Jika Bayern Munchen benar-benar melangkah lebih jauh, Inter berada pada posisi yang sangat menguntungkan: mempertahankan bek andalan atau melepasnya dengan keuntungan fantastis.
