Ia menambahkan, regulasi baru tentang standar rawat inap membuat rumah sakit harus melakukan peningkatan kualitas layanan atau upgrade fasilitas.
“Dulu tidak dipersyaratkan, sekarang jadi syarat mutlak. Ibarat mobil, dulu tidak pakai power steering tidak apa-apa, sekarang wajib. Kalau tidak ada, tidak bisa kerja sama,” ujarnya dengan nada satir.
Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata Asep, sudah menyampaikan komitmen kepada dirinya mulai dari Wali Kota, Sekda, dan para asisten untuk mendorong pengadaan ventilator tersebut.
Baca Juga:Truk Buah Seruduk Truk Pasir di Sewaka Kota Tasikmalaya; Sopir Terjepit hampir Dua Jam, Evakuasi DramatisGerakan Asri Digalakan di Dadaha, Kota Tasikmalaya Bangun Budaya Bersih Bukan Sekadar Sapu Pagi
“Secara prinsip kami sudah mendukung, sudah bersurat dan menyampaikan ke pimpinan daerah. Tinggal menunggu di perubahan, apakah benar-benar muncul atau tidak,” katanya.
Ia berharap pengadaan alat ventilator bisa berjalan sesuai jadwal.
“Mudah-mudahan bisa on schedule. Karena ini bukan soal alat semata, tapi pintu masuk agar RSUD Dewi Sartika bisa kerja sama dengan BPJS,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya yang berlokasi di Kecamatan Kawalu sudah berdiri hampir dua tahun, namun hingga kini belum bisa melayani pasien BPJS Kesehatan.
Staf Ahli Wali Kota Tasikmalaya Bidang Kemasyarakatan, Uus Supangat, menyebut kendala utama terletak pada pemenuhan persyaratan kerja sama dengan BPJS sesuai regulasi terbaru.
“Secara operasional rumah sakit sudah berjalan, tapi baru melayani pasien umum karena belum kerja sama dengan BPJS. Salah satu syarat pentingnya ventilator,” kata Uus, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, proses kredensialing ulang harus dilakukan karena adanya ketentuan baru terkait standar pelayanan rumah sakit.
“Kredensialing harus diulang. Mudah-mudahan bisa secepatnya,” ujarnya.
Uus menegaskan, sektor kesehatan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Kesehatan, pendidikan, dan ekonomi itu kewajiban. Ini hanya soal proses dan penyesuaian,” katanya.
Baca Juga:Tasik Menyala dari Bengkel Las: Komunitas Juru Las se-Priangan Timur Siap Kolaborasi hingga Go InternasionalKorban Content Creator Masih Trauma Medsos, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Turun Tangan Lakukan Asesmen
Sementara itu, warga Kota Tasikmalaya hanya bisa menunggu. Gedung rumah sakit sudah berdiri megah, tetapi kartu BPJS belum bisa dipakai.
Ventilator kini menjadi gerbang terakhir. Tanpanya, RSUD Dewi Sartika masih sekadar rumah sakit umum—belum sepenuhnya menjadi rumah sakit rakyat. (rezza rizaldi)
