RADARTASIK.ID — Padel telah mempersatukan Persib dan musisi Bandung serta Bobotoh untuk membantu korban bencana Cisarua.
Suasana Selasa siang itu terasa lain di Lapangan Padel One, Jalan Pahlawan, Kota Bandung, 3 Februari 2026.
Dentuman bola tak lagi semata menandai perolehan angka atau adu kecermatan strategi.
Baca Juga:Denyut Pertandingan Persib vs Malut United Mulai Terasa, Manajemen juga Kirimkan Pesan Penting untuk BobotohTerpuji, Persib Kompak Bersama Musisi Bandung Menggalang Dana untuk Korban Bencana Alam Cisarua
Di atas lapangan, olahraga menjelma medium empati, mempertemukan beragam elemen Kota Bandung dalam satu napas kepedulian.
Perwakilan PT Persib Bandung Bermartabat, para mantan pemain, komunitas Bobotoh, hingga musisi-musisi Bandung menanggalkan sejenak identitas profesinya.
Mereka datang tanpa sekat, berbaur sebagai satu keluarga besar yang digerakkan oleh tujuan kemanusiaan: membantu warga terdampak bencana alam di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan amal tersebut seolah menjadi penanda bahwa ketika musibah datang, batas antara lapangan hijau, arena olahraga, dan panggung musik tak lagi berarti.
Yang tersisa hanyalah rasa saling peduli dan kesadaran akan tanggung jawab sosial sebagai sesama manusia.
Kolaborasi ini menegaskan bahwa Persib Bandung tidak hidup semata dalam 90 menit pertandingan.
Klub kebanggaan Jawa Barat itu juga hadir dalam denyut kehidupan masyarakat.
Baca Juga:Catatan Rekor Fantastis Kiper Modern Persib Teja Paku Alam, Jadi yang Terbaik di Super League Musim IniPersebaya Ingin Pertajam Lini Serang, Bruno Moreira Kecewa Saat Dapat 1 Poin di Markas Sendiri
Hal serupa ditunjukkan para musisi Bandung, yang melalui pengaruh dan karya mereka, membuktikan bahwa peran seni dapat melampaui hiburan dan menyentuh ranah kemanusiaan.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Kuswara S. Taryono, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memandang momen ini sebagai cerminan nilai kebersamaan yang selama ini dijaga.
Ia menilai sinergi antara Persib dan musisi Bandung bukan sekadar aktivitas olahraga atau bermain padel, melainkan ruang silaturahmi yang sarat empati bagi saudara-saudara di Cisarua.
“Ini adalah bentuk sinergi antara Persib dan musisi Bandung. Kami melihatnya bukan hanya dari sisi olahraga atau sekadar bermain padel, tetapi sebagai ruang silaturahmi dan empati yang tulus terhadap saudara-saudara kita di Cisarua,” ujar Kuswara S Taryono.
Alih-alih berkutat pada taktik permainan, pertemuan ini memusatkan perhatian pada upaya memberi dukungan moral dan perhatian berkelanjutan bagi warga Kabupaten Bandung Barat yang tengah berjuang bangkit pascabencana.
Kuswara berharap inisiatif ini mampu memantik kesadaran kolektif bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama.
