Batulawang–Sukarame ditangani 3,20 kilometer dengan Rp 5 miliar. Barengkok–Cisasah–Cibeber 1,79 kilometer dengan Rp 5 miliar. Cikatomas–Cimedang 1,07 kilometer dengan Rp 3 miliar.
Cikawung–Jayamukti ditangani 1,40 kilometer dengan Rp 7 miliar. Puspahiang–Mandalasari 2,00 kilometer dengan Rp 7 miliar. Cineam–Singkup 1,00 kilometer dengan Rp 3,6 miliar.
Sukakerta–Setiawangi 2,86 kilometer dengan Rp 8 miliar. Manonjaya–Salopa 1,50 kilometer dengan Rp 6 miliar. Ciheras–Cipanas–Pametingan 2,50 kilometer dengan Rp 7 miliar.
Baca Juga:Lari Mundur Bernama Anggaran di Kota Tasikmalaya!Lari dan Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya yang Dipertanyakan! (part 4-habis)
Cirendeu–Cihanura, rusak berat 16,2 kilometer, ditangani 4,30 kilometer dengan Rp 17,5 miliar. Puspahiang–Cimanggu 1,50 kilometer dengan Rp 4,5 miliar. KH Umar Sanusi 1,00 kilometer dengan Rp 4,4 miliar.
Sukamantri–Pagerageung 0,80 kilometer dengan Rp 2,75 miliar. Eureunpalay–Mertajaya 1,75 kilometer dengan Rp 5 miliar. Blok Cigedang di ruas Papayan–Cikalong sepanjang 0,15 kilometer justru menyedot Rp 7 miliar.
Masih ada Genteng–Cikuya, Cisemplo–Karangdan, Cibeber–Sindangjaya (Cikadu), Warung Legok–Cimanisan, Cineam–Citalahab, Rancabakung–Bojongasih, Cineam–Rajadatu, hingga Cibuntu–Pugeran. Semua punya panjang. Semua punya angka. Semua punya harga.
Jika dijumlahkan, genaplah: 64,51 kilometer. Rp 230.250.000.000. Kini semuanya kembali ke proses. Ke meja pengadaan. Ke tahapan demi tahapan. Jalan-jalan itu belum dibangun. Tapi ceritanya sudah mulai berjalan. (Diki Setiawan)
