TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pembangunan jalan itu tidak dimulai dari alat berat. Ia dimulai dari meja. Dari dokumen. Dari pengumuman pengadaan barang dan jasa. Bulan ini, proses itu resmi dimulai.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan pengadaan barang dan jasa untuk pembangunan 32 ruas jalan akan berjalan mulai bulan ini. Tidak sekaligus. Tidak serentak. Semuanya dibagi ke dalam tiga tahap. Seperti napas yang diatur agar tidak tersengal.
Bukan hanya pengadaannya yang bertahap. Pengerjaannya pun demikian. Karena jalan bukan sekadar membentang aspal. Ada administrasi. Ada teknis. Ada hitungan yang harus cocok antara pemerintah daerah dan pihak pemberi pinjaman.
Baca Juga:Lari Mundur Bernama Anggaran di Kota Tasikmalaya!Lari dan Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya yang Dipertanyakan! (part 4-habis)
Titik lokasi pengerjaan pun belum sepenuhnya dikunci. Masih akan dibahas lebih lanjut bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Di sanalah urusan kertas bertemu urusan lapangan.
Salah satu ruas yang sudah masuk daftar awal adalah Jalan Ciawi–Singaparna. Penanganan direncanakan dimulai dari awal ruas Ciawi hingga area pom bensin. Sebuah ruas yang setiap hari dilewati, tapi sudah lama dirasakan pelan-pelan melelahkan.
Penata Laksana Jalan dan Jembatan Terampil DPU-TRPP-LH Kabupaten Tasikmalaya, Wildan Nuruzzaman, menyebutkan targetnya tegas: seluruh 32 ruas jalan dituntaskan tahun ini.
Angkanya juga tegas. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 230,25 miliar. Dari pinjaman daerah. Panjang total jalan yang ditangani 64,51 kilometer. Tidak genap. Tidak dibulatkan. Angka-angka ini ingin menunjukkan bahwa semua sudah dihitung.
Rinciannya panjang. Seperti jalan itu sendiri. Jalan Papayan–Cikalong, dengan kondisi rusak berat sepanjang 11 kilometer, akan ditangani 3,75 kilometer dengan anggaran Rp 15 miliar. Jalan Ciwatin–Kalapagenep, rusak berat 8,6 kilometer, ditangani 9,0 kilometer dengan anggaran Rp 36 miliar.
Jalan KH Muhammad Syabandi, rusak berat 2,4 kilometer, ditangani 1,20 kilometer dengan anggaran Rp 5 miliar. Jalan Ciawi–Singaparna, rusak berat 2,8 kilometer, ditangani 2,40 kilometer dengan anggaran Rp 6,5 miliar.
Ada Jalan Bojongkapol–Cikangkung. Rusaknya panjang: 19,5 kilometer. Yang ditangani 4,0 kilometer. Anggarannya Rp 17,5 miliar. Jalan Sindangreret–Cidadap, rusak berat 2,9 kilometer, ditangani 3,50 kilometer dengan anggaran Rp 12 miliar.
Baca Juga:Lari dan Suasana Batin Warga Kota Tasikmalaya (Part 3)Pelari Muda MAN 1 Tasikmalaya, Muhammad Yazid Anwar, Borong Medali dan Amankan Tiket Porprov 2026
Daftar itu terus berlanjut. Jalan Sukagalih–Ciponyo ditangani 1,30 kilometer dengan anggaran Rp 3,4 miliar. Jamupu–Banjarwaringin 2,00 kilometer dengan Rp 7 miliar. Gorowong–Singkup 2,50 kilometer dengan Rp 7 miliar.
