Dari para veteran, suara harapan terdengar lirih tapi dalam. Ketua LVRI PC Tasikmalaya, Kapten Purn. H. Udin Wahyudin, menyebut PPM sebagai penerus nilai juang. Patriotisme, katanya, tidak cukup dikenang. Ia harus dipraktikkan.
Pesan serupa datang dari Ketua PPM Jawa Barat Ir MQ Iswara yang Disampaikan oleh Sekretaris PD PPM Jabar, Budi Mahmud Saputra. Ia menekankan kaderisasi. Kepemimpinan. Sinergi. Dan pengabdian berbasis inovasi.
Organisasi, menurutnya, hanya akan hidup jika relevan. Jika bermanfaat. Jika mampu menjadi perekat, bukan pemecah.
Baca Juga:BPJS Mati Mendadak, MPP Diserbu Warga Kota Tasikmalaya yang Ingin Aktif KembaliUang Rp477 Juta Raib dalam Proyek Sekolah, Oknum ASN Kota Tasikmalaya Dipolisikan Pengusaha
Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim pun menyampaikan kebanggaannya. Ia menyebut PPM sebagai bagian penting dalam menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah. TNI, katanya, akan selalu berjalan berdampingan dengan rakyat—dan organisasi seperti PPM.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng. Simbol syukur. Simbol kebersamaan. Sederhana, tapi penuh makna. Kegiatan selesai pukul 16.15 WIB. Aman. Lancar. Tertib.
Yang tersisa adalah pekerjaan rumah. Sebab setelah lagu selesai dinyanyikan dan pataka disimpan kembali, pertanyaannya selalu sama: bagaimana nilai juang itu hidup di hari-hari biasa?
Di situlah PPM diuji. Di luar pendopo. Di tengah masyarakat. Di medan pengabdian yang sesungguhnya. (ujang nandar)
