Edah sendiri merupakan warga RT 5 RW 9 Kampung Cibodas, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.
Ia tinggal seorang diri di rumah kayu lapuk yang sebagian besar strukturnya sudah tidak layak.
Dinding bilik jebol di beberapa bagian, atap berlubang, dan rangka bangunan nyaris tak lagi kokoh.
Baca Juga:BPJS Mati Mendadak, MPP Diserbu Warga Kota Tasikmalaya yang Ingin Aktif KembaliUang Rp477 Juta Raib dalam Proyek Sekolah, Oknum ASN Kota Tasikmalaya Dipolisikan Pengusaha
Bagian depan rumah bahkan sudah ambruk total, menyisakan ruang terbuka yang langsung disiram hujan dan diterpa panas matahari.
Kondisi itu bukan baru terjadi kemarin sore, melainkan sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan berarti.
Di dalam rumah, tempat tidur Edah berada di ruangan berdinding jebol, hanya ditutupi kain sarung bekas.
Dalam situasi rawan roboh, ia tetap tidur di sana hingga beberapa waktu lalu, dengan risiko keselamatan yang nyata.
Edah adalah janda lanjut usia yang bertahan hidup dari mengumpulkan rongsokan dan botol bekas.
Setiap hari ia berkeliling dengan penghasilan minim, hanya cukup untuk makan seadanya. Warga sekitar menyebut daya ingat Edah pun sudah mulai menurun.
Sementara rumahnya runtuh pelan-pelan, proses bantuan masih berjalan cepat di atas kertas.
Baca Juga:Ventilator Tertahan di APBD Perubahan, RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Masih Puasa dari BPJSTruk Buah Seruduk Truk Pasir di Sewaka Kota Tasikmalaya; Sopir Terjepit hampir Dua Jam, Evakuasi Dramatis
Nasib Edah kini bergantung pada satu tanda tangan: kapan disposisi itu turun, sebelum rumahnya benar-benar habis oleh waktu. (ayu sabrina barokah)
