RADARTASIK.ID— Langkah kaki Mauro Ziljstra kini berhenti di Jakarta. Kota yang riuh, panas, dan sarat tuntutan itu dipilihnya sebagai pelabuhan baru dalam perjalanan karier sepak bolanya.
Setelah resmi mengenakan seragam Persija Jakarta, penyerang yang terakhir merumput bersama FC Volendam (Belanda) tersebut membuka kisah tentang keputusan besar yang ia ambil—sebuah keputusan yang lahir dari ambisi, keyakinan, dan kepercayaan.
Bagi Mauro Ziljstra, Persija bukan sekadar klub baru.
Macan Kemayoran ia pandang sebagai tempat yang tepat untuk mengejar target pribadinya.
Baca Juga:Malut United Ujian Terberat Persib di GBLA, Beckham Putra dan Bojan Hodak Mengaku Tak GentarHore, IHSG Menguat ke Level 8.146, Bergerak Mantap ke Zona Hijau, Sektor Basic Materials Mencolok
Tim ini dinilainya tengah berada di jalur yang menjanjikan, dengan performa kompetitif dan ekspektasi tinggi.
Posisi di papan atas klasemen menjadi cermin kekuatan tim, sekaligus tantangan yang membuatnya tertarik.
Komposisi pemain yang solid, lini depan yang tajam, hingga keberadaan pemain-pemain Brasil disebutnya sebagai daya tarik tersendiri yang membuka ruang baginya untuk berkembang menjadi sosok yang lebih matang.
Keputusan Mauro Ziljstra bergabung dengan Persija Jakarta juga diperkuat oleh kepercayaan yang diberikan manajemen.
Tawaran kontrak jangka panjang selama dua setengah tahun ia maknai sebagai bentuk keyakinan klub terhadap potensinya.
Rasa percaya itu, baginya, bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan energi tambahan yang menumbuhkan semangat untuk memberi kontribusi maksimal sejak hari pertama.
Di atas lapangan, Mauro Ziljstra datang dengan ambisi yang jelas.
Ia melihat dirinya sebagai penyerang murni yang hidup di jantung pertahanan lawan.
Baca Juga:Saat Padel Mempersatukan Persib dan Musisi Bandung Serta Bobotoh untuk Membantu Korban Bencana CisaruaDenyut Pertandingan Persib vs Malut United Mulai Terasa, Manajemen juga Kirimkan Pesan Penting untuk Bobotoh
“Sangat menarik dan saya pikir ini klub yang bagus untuk berkembang dan menjadi pemain yang lebih baik,” ujarnya.
Kemampuan bergerak membuka ruang, menjaga penguasaan bola, serta naluri berada di depan gawang menjadi bagian dari identitasnya.
Ia menilai dirinya sebagai penyerang yang komplet—cepat, kuat, dan berorientasi pada gol.
Dalam skemanya, setiap serangan sayap adalah undangan untuk hadir di kotak penalti, siap menuntaskan peluang demi membantu tim meraih kemenangan.
“Saya penyerang murni yang bisa melakukan pergerakan menembus pertahanan lawan, tetapi juga kuat dalam penguasaan bola,” ujarnya.
