Ia harus banyak berlari. Bukan lari pagi.
Bukan lari di sekitar alun-alun Tasikmalaya.
Tapi lari ke Bandung. Lari ke Jakarta. Karena anggaran tidak turun dari langit. Ia harus dijemput. Diperjuangkan. Dilobi.
Kalau tidak, Kota Tasikmalaya akan terus berjalan di tempat. Bahkan mundur pelan-pelan. Dan sebuah kota yang ingin maju, tidak boleh terlalu lama berlari ke belakang. (red)
