BPJS Mati Mendadak, MPP Diserbu Warga Kota Tasikmalaya yang Ingin Aktif Kembali

BPJS PBI nonaktif mendadak di Kota Tasikmalaya
Pegawai Dinsos yang bertugas di MPP Kota Tasikmalaya sedang merapikan data warga yang ingin kepesertaan BPJS PBI diaktifkan, Kamis (5/2/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Status kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) mendadak nonaktif dan ramai dikeluhkan masyarakat Kota Tasikmalaya sejak awal Februari 2026.

Penonaktifan ini terjadi seiring kebijakan Kementerian Sosial melalui Kepmensos Nomor 03/HUK/2026 yang memberhentikan peserta PBI dari kelompok Desil 6 hingga 10.

Kelompok ini dikategorikan sebagai masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah hingga mampu berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca Juga:Uang Rp477 Juta Raib dalam Proyek Sekolah, Oknum ASN Kota Tasikmalaya Dipolisikan PengusahaVentilator Tertahan di APBD Perubahan, RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Masih Puasa dari BPJS

Namun di lapangan, kebijakan itu terasa seperti palu godam yang jatuh tepat di ruang tunggu rumah sakit.

Salah satu keluhan datang dari Agus Mulyadi (54), Ketua RW Panyingkiran, Kelurahan Karikil, Kecamatan Mangkubumi.

Ia mengaku kaget ketika mendampingi istrinya yang akan kontrol penyakit tiroid di RS TMC pada 2 Februari 2026.

“Pas daftar, petugas bilang BPJS saya sudah tidak aktif. Disuruh ke PIPP, lalu diarahkan ke Dinas Sosial,” kata Agus, Kamis (5/2/2026).

Agus mengaku sudah mengikuti seluruh prosedur, mulai dari membawa fotokopi BPJS, KK, hingga KTP ke Mall Pelayanan Publik (MPP) Balekota Tasikmalaya. Ia pun diminta menunggu konfirmasi lanjutan.

“Prosesnya sudah, tapi sampai sekarang belum bisa dipakai. Yang sakit kan tidak bisa nunggu lama,” ujarnya.

Beruntung, karena kondisi istrinya dinilai mendesak, BPJS sang istri akhirnya diaktifkan kembali. Namun kepesertaan Agus sendiri masih menunggu kejelasan.

Baca Juga:Truk Buah Seruduk Truk Pasir di Sewaka Kota Tasikmalaya; Sopir Terjepit hampir Dua Jam, Evakuasi DramatisGerakan Asri Digalakan di Dadaha, Kota Tasikmalaya Bangun Budaya Bersih Bukan Sekadar Sapu Pagi

“Katanya sekarang lebih diperketat. Banyak yang BPJS-nya aktif tapi jarang dipakai, jadi pemerintah update lagi,” tuturnya, setengah memahami, setengah pasrah.

Keluhan serupa disampaikan Dani Wardani (41), Ketua RW 4 Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari.

Ia menyebut banyak warganya mendadak tidak bisa menggunakan BPJS saat berobat jalan.

“Akhir Desember masih bisa dipakai, awal Januari sudah enggak aktif. Banyak yang ngeluh, lagi berobat jalan tiba-tiba BPJS-nya mati,” tutur Dani.

Ia juga mendengar kasus serupa terjadi di wilayah lain seperti Kawalu dan Mangkubumi.

Menurutnya, penonaktifan massal ini membuat warga kebingungan karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Indah Nalihati, menjelaskan penonaktifan ini merupakan kebijakan pusat yang menyasar peserta PBI di Desil 6 sampai 10.

0 Komentar