Tertembak Senapan Angin, Pelajar Asal Pamarican Ciamis Dibawa ke RSHS Bandung

pelajar tertembak di ciamis
Ananda Putra Pratama (18) warga Dusun Girimulya RT 36/RW 8 Desa Neglasari Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis saat dilarikan ke RSUD Banjar, Minggu (1/2/2026). (IST)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Musibah bisa menimpa siapa saja. Tanpa diduga. Seperti yang dialami Ananda Putra Pratama (18), warga Dusun Girimulya RT 36/RW 8 Desa Neglasari Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. Dadanya tertembak senapan angin. Peluru timah bersarang dekat jantung. Harus dioperasi.

Sekarang, siswa kelas XII SMKN 4 Banjar itu sudah berada di Bandung. Menunggu jadwal operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Biayanya besar, tapi ditanggung Pemprov Jabar.

Cerita bermula dari aktivitas Ananda berburu tupai. Minggu (1/2/2026) lalu, ia pergi bersama tiga temannya ke kebun kelapa mencari tupai. Masih pagi. Baru sekitar pukul 09.00.

Baca Juga:Lari dan Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya yang Dipertanyakan! (part 4-habis)Lari dan Suasana Batin Warga Kota Tasikmalaya (Part 3)

“Akan tetapi saat perjalanan, senjata angin terjatuh yang didalamnya sudah terisi peluru menyasar ke dada korban,” ungkap Kasi Pemerintahan Desa Neglasari Opik Taupik kepada radar, Rabu (4/2/2026).

Ananda kemudian dilarikan ke RSUD Kota Banjar. Pamarican memang lebih dekat ke RSUD Banjar daripada ke RSUD Ciamis. Setelah diperiksa tim medis, diketahui peluruh timah bersarang di area dekat jantung. Sedikit lagi tembus. Harus segera diangkat. Kalau tidak, nyawa Ananda terancam.

Sayangnya, rumah sakit di daerah tak punya fasilitas dan SDM yang mendukung. Pihak RSUD di Kota Banjar angkat tangan. Tak bisa membantu. Ananda harus dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih lengkap. Lebih siap dari segi SDM dan peralatan.

“Lebih 1×24 jam pasien baru diberangkatkan, karena sempat terkendala terkait respon rumah sakit rujukan yang membutuhkan waktu dan sempat terkendala biaya yang banyak. Di sisi lain menyangkut nyawa orang,”ujarnya.

Ananda sempat berencana dibawa ke Rumah Sakit Jantung di Tasikmalaya. Tapi batal. Kendalanya ada pada biaya. Keluarga Ananda tak punya BPJS Kesehatan. Harus bayar seperti pasien umum lainnya. Tapi setelah diestimasi, biayanya sangat besar. rincian pengobatan sampai akomodasi di rumah sakit itu pun disebut sekitar Rp 67 juta.

“Intinya untuk BPJS kesehatan tidak bisa menjamin dan BPJS mungkin punya juknis dan lainnya. Sehingga kemarin juga untuk di RSUD Banjar IGD dan ambulans kurang lebih bayar Rp 4 juta,” terangnya.

0 Komentar