Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Mohamad Makhrisyafrisal menegaskan pemerintah siap memperkuat kapasitas bengkel las sebagai bagian dari UMKM strategis.
“Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, tapi sarana meningkatkan nilai tambah ekonomi produk lokal. Pemerintah mendorong fasilitasi sertifikasi, pembiayaan, dan peningkatan kualitas usaha,” katanya.
Ia menilai bengkel las dan juru las memiliki potensi besar untuk masuk pasar lokal hingga nasional jika dikelola secara profesional.
Baca Juga:Korban Content Creator Masih Trauma Medsos, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Turun Tangan Lakukan AsesmenPemerintah Ajukan Pembangunan 4 Jalur Jalan Raya di Garut Selatan, Mana Lebih Prioritas?
Dari pemerintah daerah, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Asep Goparullah mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk kreativitas sekaligus kepedulian lingkungan.
“Besi bekas yang biasanya dianggap limbah, di tangan juru las bisa berubah menjadi karya seni dan punya nilai ekonomi. Ini sejalan dengan semangat go-green yang sederhana tapi nyata,” ucapnya membacakan sambutan Wali Kota Tasikmalaya.
Ia berharap kegiatan komunitas bengkel las di Kota Tasikmalaya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi gerakan ekonomi berbasis kreativitas.
Dengan kolaborasi komunitas, koperasi, kementerian, dan pemerintah daerah, juru las Kota Tasikmalaya kini tak lagi sekadar bekerja di balik percikan api.
Mereka mulai diposisikan sebagai aktor penting pembangunan—pahlawan besi yang perlahan naik kelas dari bengkel ke panggung nasional.
Turut hadir dalam Kopdar ini Asda III Kota Tasikmalaya, Asep Maman Permana, Ka diskominfo, Amran Saefullah dan lain sebagainya. (rezza rizaldi)
