TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Api las tak hanya menyala di bengkel, tapi juga di semangat kolaborasi.
Komunitas Bengkel Las dan Juru Las Tasikmalaya–Priangan Timur menggelar Kopdar bertajuk Tasik Menyala (Silaturahmi, Sinergi, Kolaborasi) di Gedung PPIK Kota Tasikmalaya, Rabu (4/2/2026).
Acara yang diinisiasi Indonesian Welding Community ini mempertemukan para juru las, pelaku UMKM, hingga pejabat pemerintah pusat dan daerah.
Baca Juga:Korban Content Creator Masih Trauma Medsos, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Turun Tangan Lakukan AsesmenPemerintah Ajukan Pembangunan 4 Jalur Jalan Raya di Garut Selatan, Mana Lebih Prioritas?
Tujuannya satu: mengangkat potensi pengelasan Kota Tasikmalaya dari sekadar tukang patri besi menjadi kekuatan ekonomi yang diakui nasional bahkan internasional.
Sekretaris Jenderal Komunitas Bengkel Las Indonesia (KBLI) Nirwan Lesmana menegaskan bahwa Kota Tasikmalaya memiliki sejarah panjang dalam dunia pengelasan.
“Tasikmalaya ini legenda pengasahan Indonesia. Potensi juru lasnya turun-temurun dan harus dipercaya. Ini seperti Galunggung, terus menyala,” ujarnya.
Nirwan menyebut selama ini karya para juru las kerap dipandang sebelah mata. Padahal, besi bekas bisa disulap menjadi produk fungsional dan bernilai seni.
Ia bahkan mendorong agar karya juru las Tasikmalaya dipamerkan hingga ke pusat perbelanjaan nasional.
“Kami ingin memberi identitas agar juru las Kota Tasikmalaya dan Priangan Timur bisa go internasional. Jangan sampai kita hanya jadi penonton gempuran produk besi dari luar,” sindirnya.
Nada optimisme juga datang dari Sekjen Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Andrian Lamemuhar.
Baca Juga:Lagi, Polisi Lakukan Ramp Check Bus di Kota Tasikmalaya: Uji Rem dan Mental Sopir Jelang Lonjakan PerjalananHarus Kredensialing Ulang Gara-gara Ventilator, Kendala RSUD Dewi Sartika Belum Terkoneksi dengan BPJS
Ia melihat peluang besar bagi komunitas juru las dalam program revitalisasi pasar rakyat di seluruh Indonesia.
“Pasar itu rata-rata pakai besi semua. Artinya, bengkel las akan sangat dibutuhkan. Ini peluang kerja besar untuk komunitas juru las,” tuturnya.
Menurut Andrian, Inkoppas membawahi ribuan pasar yang akan direvitalisasi. Ia mendorong agar proyek-proyek tersebut melibatkan juru las lokal, termasuk dari Kota Tasikmalaya.
“Juru las itu pahlawan. Tingkat risikonya tinggi, presisinya harus sempurna. Bahkan untuk pekerjaan bawah laut sekalipun. Tapi sering kalah karena tidak punya sertifikasi,” tegasnya.
Ia pun berjanji akan mendorong kolaborasi dengan BUMN baja dan industri besar agar komunitas juru las mendapat akses sertifikasi dan pekerjaan berskala nasional.
