Menurut Asep, sebagian warga yang dinonaktifkan status PBI-nya umumnya berpindah ke kategori desil 6 atau dinilai sudah mampu sehingga diarahkan menjadi peserta mandiri. Dalam kondisi tersebut, pembiayaan tidak lagi menjadi tanggungan pemerintah.
Meski begitu, pemerintah memastikan warga tidak akan ditelantarkan. Jika ada masyarakat yang sakit dan kesulitan berobat karena perubahan status, mereka tetap akan dibantu dan datanya ditinjau kembali.
“Kami tetap memantau hingga enam bulan ke depan. Kalau memang layak menerima bantuan, akan diaktifkan kembali. Pada prinsipnya, masyarakat miskin tetap berobat gratis dan biayanya ditanggung pemerintah,” tegasnya.
Baca Juga:Lari dan Suasana Batin Warga Kota Tasikmalaya (Part 3)Pelari Muda MAN 1 Tasikmalaya, Muhammad Yazid Anwar, Borong Medali dan Amankan Tiket Porprov 2026
Dengan pembaruan data ini, Pemkab Tasikmalaya berharap program jaminan kesehatan bisa lebih tepat sasaran, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.
Diberitakan sebelumnya, warga Kabupaten Tasikmalaya riuh di media sosial. Keluh kesah tentang tidak aktifnya kartu BPJS Kesehatan bertebaran. Banyak yang menyebut kepala daerah mereka tak mampu menangani masalah itu. Sementara postingan tentang citra bertebaran, masalah kesehatan masyarakat justru terabaikan.
Postingan Bupati Tasikmalaua, Cecep Nurul Yakin, tentang raihan gelar Doktor dari salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung diserbu keluhan dan kritikan. Soal BPJS yang tidak aktif. Soal jaminan kesehatan yang kini tiba-tiba menghilang. Jumlahnya tak sedikit. Ratusan ribu orang.
“Pamugi langkung peka lah Kana kaayaan masyarakat da geuning Ayna kondisi na kalah kieu BPJS seueur NU d non aktif keun sok pak bupati geura milarian solusi pikeun KA sejahteraan masyarakat NU butuh perhatosan na,” tulis akun Herxxx di postingan akun pribadi Cecep Nurul Yakin.
Komentar itu juga ditimpali warganet lainnya yang merasakan nasib sama. “Nyak kang nu butuh pisan jalmi susah pisan bpjs kalah non aktif parah kieu,” timpal akun Banxxx. (Ujang Nandar)
