Siapa Yanis Massolin? Pemain Baru Inter yang Dijuluki Titisan Adrien Rabiot

Yanis Massolin
Yanis Massolin Foto: Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Inter Milan kembali menunjukkan kejelian mereka dalam memburu talenta muda potensial.

Nama terbaru yang berhasil diamankan Nerazzurri adalah Yanis Massolin, gelandang muda asal Prancis yang tampil menonjol bersama Modena di Serie B.

Meski belum terlalu dikenal publik luas, Massolin sudah lama menjadi incaran banyak klub, baik di Italia maupun di luar negeri.

Baca Juga:Daftar Klub Serie A dengan Penghasilan Terbesar dari Bursa Transfer Musim Dingin: Lazio No.1CEO Sassuolo Tak Setuju Inter Dikenai Sanksi Akibat Lemparan Petasan ke Emil Audero

Inter akhirnya memenangkan persaingan ketat untuk mendapatkan tanda tangan pemain kelahiran 2002 tersebut.

Nerazzurri mengalahkan klub-klub Serie A seperti Bologna, Fiorentina, dan Udinese, serta pesaing dari luar Italia seperti Villarreal dan PSV Eindhoven.

Kesepakatan ini tercapai lewat investasi senilai €3,5 juta atau sekitar Rp59,5 miliar, ditambah sejumlah bonus performa.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan, Inter sepakat meminjamkan Massolin kembali ke Modena agar sang pemain bisa terus mendapatkan menit bermain reguler hingga akhir musim 2025/26.

Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga proses pertumbuhan Massolin sebelum ia benar-benar siap bersaing di level tertinggi Serie A.

Profil Yanis Massolin

Yanis Massolin lahir pada 20 September 2002 di Moulins, Prancis.

Ia memiliki latar belakang keluarga multikultural: ayahnya berasal dari Martinique, sementara ibunya berdarah Aljazair.

Baca Juga:Jurnalis Italia Tuding Bursa Transfer AC Milan MengecewakanDitolak Lima Pemain, Inter Disarankan Beli Kembali Anak Legenda dan Permanenkan Manuel Akanji

Perjalanan kariernya tergolong unik dan tidak instan, ditempa melalui banyak klub amatir sebelum mencapai level profesional.

Massolin memulai kariernya di AS Moulins sebagai striker kedua. Ia kemudian berkelana dari satu klub ke klub lain, termasuk Thonon Evian, Annemasse, Gaillard, FC Meyrin, FC City, hingga Moulins Yzeure.

Jalur panjang ini membentuk karakter dan ketangguhan mentalnya sebagai pemain muda.

Terobosan besar datang ketika ia bergabung dengan Clermont Foot, yang saat itu berlaga di Ligue 1.

Massolin berhasil menembus tim utama dan mencatatkan enam penampilan di kasta tertinggi sepak bola Prancis, sebuah pencapaian penting mengingat usianya yang masih sangat muda.

Pada September 2023, kariernya kembali berbelok. Massolin memilih bergabung dengan Royal Francs Borains, klub kecil di Challenger Pro League atau divisi kedua Belgia.

Di sana, ia mendapatkan kontinuitas bermain yang lebih baik. Dalam kurun dua musim, ia tampil dalam 43 pertandingan dan mencetak lima gol.

0 Komentar