Raih Penghargaan APPBI 2026, Lucy Sosilawaty Optimistis Dorong Kemajuan Ritel Daerah

PENGHARGAAN
Ketua APPBI DPC Tasikmalaya dan Cirebon, Lucy Sosilawaty, saat menerima piagam penghargaan pada Seminar dan Rakernas APPBI 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dedikasi Lucy Sosilawaty dalam memajukan industri pusat perbelanjaan di daerah berbuah apresiasi nasional. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPC Tasikmalaya dan Cirebon itu menerima piagam penghargaan pada Seminar dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APPBI 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Penghargaan tersebut diberikan atas pengabdiannya selama tiga periode memimpin APPBI DPC Tasikmalaya dan Cirebon. Lucy yang juga menjabat sebagai Manager Marketing and Promotion Plaza Asia Tasikmalaya mengaku bangga dapat membawa nama industri ritel daerah ke panggung nasional.

“Saya sudah cukup lama bergabung di APPBI dan mulai menjabat sebagai ketua sejak 2018. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkontribusi bagi kemajuan ritel daerah,” ujar Lucy kepada Radar, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga:Gaungkan Edukasi dan Kepedulian Papua, JNE Dukung Film Anak “Teman Tegar: Maira”Indosat Ulurkan Kepedulian Pasca Bencana, Hadir di Tengah Warga Bandung Barat

Di bawah kepemimpinannya, APPBI DPC Tasikmalaya dan Cirebon mengoordinir sembilan pusat perbelanjaan yang tersebar di beberapa kota, yakni Plaza Asia Tasikmalaya, Plaza Asia Sumedang, Mayasari Plaza Tasikmalaya, Jatinangor Town Square (Jatos), City Plaza (Ciplaz) Garut, Citimall Garut, Cirebon Square, Grage Mall Cirebon, serta Ada Mall Indramayu.

Menurut Lucy, karakter DPC yang dipimpinnya tergolong unik karena cakupan wilayahnya luas dan lintas kota. “Berbeda dengan DPC lain yang pusat perbelanjaannya berada dalam satu kota, wilayah kami tersebar. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam pembinaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setiap mal memiliki karakter dan segmentasi pasar yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif menjadi kunci. “Saat ini bukan lagi era kompetisi, melainkan era kolaborasi. Bagaimana pengelola mal bisa bersinergi untuk memperkuat ekosistem ritel,” jelasnya.

Lucy menilai keaktifannya dalam organisasi merupakan bagian dari etos kerja profesional. Melalui APPBI, ia terus memperluas wawasan mengenai dinamika dan perkembangan industri ritel, termasuk dengan mengikuti studi banding ke berbagai daerah hingga ke luar negeri. “Relasi dengan sesama pengelola mal dan investor pun semakin luas. Baru-baru ini saya mengikuti studi banding ke Malaysia,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Board of Director Asia Group Tjong Djoen Mien, yang terus memberikan dukungan penuh terhadap kiprahnya di APPBI. “Beliau selalu mendorong kami, sebagai mal di daerah, untuk banyak belajar keluar agar mampu bersaing dengan mal di kota-kota besar,” tuturnya.

0 Komentar