Para pendukung Inter baru akan kembali diizinkan mendampingi tim kesayangan mereka dalam laga tandang saat menghadapi Como pada 12 April mendatang.
Media Italia juga menegaskan bahwa ultra yang ditangkap Digos bukanlah individu yang sama dengan seorang penggemar asal Romagna yang sebelumnya dirawat di rumah sakit akibat insiden terpisah.
Dalam kejadian tersebut, petasan yang hendak dilempar ke lapangan justru meledak di tangan pelaku sebelum sempat dilemparkan.
Baca Juga:Daftar Pemain Bintang Tanpa Biaya Transfer yang Jadi Incaran AC Milan, Inter dan JuventusAdrien Rabiot: Tanpa AC Milan, Inter akan Mendominasi Serie A
Akibat ledakan tersebut, penggemar asal Romagna itu mengalami cedera serius pada dua ruas jarinya.
Ia kini menjalani perawatan medis dan dipastikan akan menghadapi proses hukum serupa, termasuk dakwaan pidana serta sanksi larangan memasuki stadion dalam jangka waktu tertentu.
Kasus ini kembali membuka perdebatan soal keamanan stadion dan perilaku kelompok ultras di Italia.
Otoritas setempat menegaskan akan terus memperketat pengawasan dan tidak ragu menjatuhkan sanksi keras demi mencegah insiden serupa terulang, khususnya dalam pertandingan yang melibatkan klub-klub besar seperti Inter.
Bagi Inter sendiri, insiden ini menjadi noda di tengah upaya menjaga citra klub dan suporternya, sekaligus pengingat bahwa satu tindakan individu dapat berdampak luas pada ribuan pendukung lain yang tak bersalah.
Siapa Viking Inter?
Viking adalah salah satu kelompok ultras pendukung Inter Milan yang berbasis di Curva Nord Giuseppe Meazza.
Nama lengkapnya kerap disebut Viking Inter Milano atau Viking Nerazzurri.
Kelompok ini termasuk tua dan berpengaruh, meski dalam beberapa tahun terakhir tidak selalu menjadi faksi paling dominan.
Baca Juga:Siapa Yanis Massolin? Pemain Baru Inter yang Dijuluki Titisan Adrien RabiotDaftar Klub Serie A dengan Penghasilan Terbesar dari Bursa Transfer Musim Dingin: Lazio No.1
Viking dikenal sebagai kelompok dengan identitas kuat, disiplin internal yang ketat, serta gaya dukungan yang keras dan konfrontatif—ciri khas banyak kelompok ultras Italia.
Sejarah Singkat
Viking berdiri pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an dan banyak juga yang menyebut pada tahun 1984, era ketika budaya ultras Italia berkembang pesat.
Mereka tumbuh bersama kelompok-kelompok besar Curva Nord lain seperti Boys SAN, Irriducibili Inter, dan belakangan Curva Nord Milano sebagai payung kolektif.
Sejak awal, Viking memposisikan diri sebagai:
– Pendukung garis keras
– Anti-komersialisasi sepak bola- Menjunjung loyalitas absolut kepada klub
