Media Italia Ungkap Identitas Ultras Inter yang Melempar Petasan ke Audero: Anggota Viking Inter

Fans Inter Milan
Ilustrasi Fans Inter Milan Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Perkembangan terbaru kasus insiden petasan yang mengganggu laga Cremonese kontra Inter akhirnya terungkap.

Media Italia mengonfirmasi bahwa pelaku pelemparan petasan ke arah kiper Emil Audero adalah seorang penggemar Inter berusia 19 tahun yang tergabung dalam kelompok suporter Viking, salah satu kelompok pendukung Nerazzurri.

Pemuda tersebut telah ditangkap oleh Digos, unit kepolisian khusus Italia yang menangani kejahatan terkait keamanan publik dan ekstremisme, setelah dilakukan penangkapan tertunda atas perintah jaksa penuntut Milan, Francesco Cajani.

Baca Juga:Daftar Pemain Bintang Tanpa Biaya Transfer yang Jadi Incaran AC Milan, Inter dan JuventusAdrien Rabiot: Tanpa AC Milan, Inter akan Mendominasi Serie A

Penangkapan dilakukan menyusul penyelidikan intensif pasca-pertandingan yang sempat diwarnai penghentian laga selama beberapa menit akibat ledakan petasan di area lapangan.

Menurut laporan media Italia, Il Fatto Quotidiano, penggemar Inter tersebut diduga melempar sebuah “bom kertas”, jenis petasan yang dirancang menyerupai bom asap.

Setelah dinyalakan, petasan itu meledak di dekat area penjaga gawang Cremonese, tepatnya di sekitar posisi Emil Audero, yang kala itu tengah bersiap melanjutkan permainan.

Meski tidak menimbulkan cedera serius pada Audero, ledakan tersebut memicu kepanikan di stadion dan memaksa wasit menghentikan pertandingan sementara demi alasan keselamatan.

Aparat keamanan stadion segera turun tangan untuk menenangkan situasi sebelum laga akhirnya dilanjutkan.

Saat ini, pelaku telah ditempatkan di bawah penyelidikan kejaksaan Milan.

Namun hingga kini, dakwaan resmi terhadapnya belum diumumkan ke publik.

Sidang untuk memvalidasi penangkapan dijadwalkan berlangsung pada Rabu mendatang, yang akan menentukan langkah hukum lanjutan terhadap sang suporter.

Insiden ini berbuntut panjang bagi pendukung Inter secara keseluruhan.

Sehari setelah pertandingan, Kementerian Dalam Negeri Italia menjatuhkan sanksi tegas berupa larangan perjalanan tandang bagi fans Nerazzurri hingga 23 Maret.

Baca Juga:Siapa Yanis Massolin? Pemain Baru Inter yang Dijuluki Titisan Adrien RabiotDaftar Klub Serie A dengan Penghasilan Terbesar dari Bursa Transfer Musim Dingin: Lazio No.1

Keputusan tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Dalam Negeri Matteo Piantedosi sebagai respons atas perilaku tidak terkendali yang membahayakan keselamatan publik.

Meski demikian, ada pengecualian dalam kebijakan tersebut. Derby della Madonnina antara AC Milan dan Inter yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Maret 2026 tetap diizinkan untuk dihadiri pendukung Inter.

Sementara itu, laga tandang Inter ke markas Reggio Emilia, Lecce, dan Fiorentina dipastikan berlangsung tanpa kehadiran suporter tamu dari kubu Nerazzurri.

0 Komentar