Korban Content Creator Masih Trauma Medsos, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Turun Tangan Lakukan Asesmen

korban content creator Kota Tasikmalaya masih trauma media sosial
Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana bersama Peksos Dinsos saat melakukan pendampingan ke korban kasus eksploitasi anak dengan tersangka SL, sang content creator, Jumat (30/1/2026). Istimewa for Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya melakukan pendampingan terhadap korban kasus content creator yang sempat menjadi sorotan publik di media sosial.

Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, mengatakan asesmen dilakukan bersama Pekerja Sosial (Peksos) Dinas Sosial pada Jumat (30/1/2026) lalu.

Hasilnya, kondisi korban dan keluarga dinyatakan sehat secara fisik, namun belum sepenuhnya pulih secara psikologis.

Baca Juga:Pemerintah Ajukan Pembangunan 4 Jalur Jalan Raya di Garut Selatan, Mana Lebih Prioritas?Lagi, Polisi Lakukan Ramp Check Bus di Kota Tasikmalaya: Uji Rem dan Mental Sopir Jelang Lonjakan Perjalanan

“Secara kesehatan Alhamdulillah korban dan keluarga dalam keadaan sehat walafiat. Tapi secara mental masih dalam proses pemulihan akibat stigma negatif di media sosial (medsos) . Ini yang perlu penguatan dari pekerja sosial dan psikolog,” ujar Epi, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, dampak komentar warganet yang lebih cepat menghakimi dibanding memahami, membuat korban membutuhkan pendampingan lanjutan agar bisa kembali pulih seperti sediakala.

UPTD PPA bersama Dinas Sosial serta DPPKBP3A Kota Tasikmalaya berkomitmen memberikan bantuan sesuai kewenangan dan peraturan perundang-undangan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa hadir sekarang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga yang menerima kami dengan baik,” katanya.

Epi juga menitipkan apresiasi kepada Lembaga Taman Jingga dan kuasa hukum yang telah mendampingi korban selama proses berjalan.

Ia menegaskan, keberanian korban untuk berbicara harus menjadi contoh agar kasus serupa tidak lagi tersembunyi di balik layar ponsel.

“Kami menguatkan korban agar tetap semangat. Ini bukan aib, justru keberanian untuk bicara adalah langkah penting agar tidak ada korban lain,” ucapnya.

Baca Juga:Harus Kredensialing Ulang Gara-gara Ventilator, Kendala RSUD Dewi Sartika Belum Terkoneksi dengan BPJSPesan Bubur Berujung Bogem, Warga Tamansari Kota Tasikmalaya Polisikan Oknum Driver Ojol 

UPTD PPA Kota Tasikmalaya juga mendorong adanya edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat terkait bahaya perilaku grooming, yang kerap bermula dari relasi digital dan dibungkus dengan popularitas content creator.

“Kami ingin ada edukasi masif supaya masyarakat paham bahwa grooming itu sangat berbahaya. Jangan sampai muncul korban-korban baru hanya karena lengah dan terlalu percaya,” tambah Epi.

Pihak keluarga korban pun menyampaikan terima kasih atas pendampingan yang diberikan oleh UPTD PPA dan Dinas Sosial.

Mereka berharap koordinasi ke depan dapat terus berjalan agar proses pemulihan korban berjalan optimal.

0 Komentar