DLH Kota Tasikmalaya kini membiasakan 30 menit setiap pagi untuk kegiatan bersih-bersih di lingkungan kantor.
“Yang penting nilainya, spiritnya. Kita bangun budaya bersih. Kalau sudah terbiasa di kantor, mudah-mudahan terbawa ke rumah dan ke lingkungan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakapolres Tasikmalaya Kota Kompol Wahyu Madurasyah Putra menyebut kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara Pemkot Tasikmalaya, Polres, TNI, dan unsur masyarakat seperti Karang Taruna.
Baca Juga:Tasik Menyala dari Bengkel Las: Komunitas Juru Las se-Priangan Timur Siap Kolaborasi hingga Go InternasionalKorban Content Creator Masih Trauma Medsos, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Turun Tangan Lakukan Asesmen
“Kegiatan seperti ini sebenarnya sudah lama kita lakukan, tapi kemarin ada atensi dari Bapak Presiden, sehingga kita langsung gerak cepat dan responsif menindaklanjuti perintah beliau,” tuturnya.
Ia berharap gerakan bersih-bersih ini mampu menumbuhkan kesadaran bersama, baik dari instansi pemerintah maupun warga sekitar, terutama karena kawasan Dadaha menjadi pusat aktivitas olahraga dan ruang publik.
“Dadaha ini dinikmati banyak orang. Harapannya kesadaran masyarakat juga meningkat supaya Dadaha selalu bersih,” ucapnya.
Dengan Gerakan Asri ini, Pemkot Tasikmalaya berharap Tasik Resik tak lagi sekadar slogan, melainkan kebiasaan harian.
Sebab kota bersih bukan lahir dari baliho dan spanduk, tapi dari tangan warga yang berhenti membuang sampah sembarangan. (rezza rizaldi)
