Dua Pejabat dari Luar Daerah Isi Jabatan Kepala Dinas di Kabuaten Tasikmalaya

pelantikan ASN baru Tasikmalaya
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin menyerahkan SK pelantikan kepada Kepala Disdikbud yang baru, Selasa 3 Februari 2026. (Diki Setiawan/radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, dan pejabat pengawas di lingkungan Pemkab Tasikmalaya, di Opp Room Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (3/2/2026).

Dalam pelantikan tersebut, dilantik tiga pejabat pimpinan tinggi pratama, empat pejabat administrator, dan tujuh pejabat pengawas. Dari tiga pejabat pimpinan tinggi pratama, dua di antaranya berasal dari luar pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya.

Kedua pejabat dari luar daerah tersebut mengisi jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPU-TRPP-LH) serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Baca Juga:Lari dan Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya yang Dipertanyakan! (part 4-habis)Lari dan Suasana Batin Warga Kota Tasikmalaya (Part 3)

Pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik pertama adalah Dr Rubi Azhara SSTP MSi yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Tasikmalaya dan kini menjadi Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tasikmalaya.

Selanjutnya, Deden Ramdan Nugraha ST MM dilantik dari jabatan lama Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta menjadi Kepala DPU-TRPP-LH Kabupaten Tasikmalaya. Kemudian Wandi Herviandi SPd MSi dilantik dari jabatan sebelumnya sebagai Wiyata Swara Ahli Madya Vokasi Teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari implementasi manajemen aparatur sipil negara (ASN). Ia menegaskan seluruh proses telah sesuai ketentuan perundang-undangan dan melalui mekanisme seleksi terbuka atau open bidding yang dilaksanakan secara kompetitif beberapa minggu sebelumnya.

Cecep juga menanggapi soal pejabat yang berasal dari luar daerah.

“Kan ada proses open bidding (Pengisian pejabat tinggi pratama, Red). Justru saya senang, karena ada yang mendaftar dari Kementerian Agama, Maritim, dari luar,” ungkap Cecep.

Menurutnya, hal tersebut menjadi tren positif karena menunjukkan Kabupaten Tasikmalaya diminati.

“Justru kalau pada saat open bidding tidak ada peminat, ini kan pertanyaannya berarti Kabupaten Tasikmalaya tidak seksi (Peminat menjadi ASN, Red),” kata Cecep.

Ia menjelaskan proses pelantikan telah melalui tahapan panjang, mulai dari open bidding, asesmen, hingga rekomendasi dari berbagai pihak.

0 Komentar