Budi memastikan, dalam waktu dekat pihaknya akan merangkum hasil monev dan menentukan jumlah dapur yang harus ditutup permanen jika tidak segera melakukan pembenahan.
“Semua harus disiplin dan mengikuti standar pusat. Jangan sampai program yang tujuannya baik justru bermasalah di pelaksanaan,” pungkasnya.
Kepala Sentra Penyediaan Pangan dan Gizi (SPPG) Welas Assih Singaparna, I Dewa Gede Kharisma saat dikonfrmasi mengenai apakah seluruh dapur sudah menerapkan standar BGN, tidak mejawab saat dikonfrmasi lewat telepon. (ujg)
