RADARTASIK.ID – Bursa transfer musim dingin Serie A resmi ditutup dan perhatian kini beralih pada laporan keuangan masing-masing klub.
Jika di lapangan banyak tim besar memilih bermain aman, di atas neraca keuangan justru terlihat perbedaan mencolok.
Lazio keluar sebagai klub dengan penghasilan terbesar dari bursa transfer Januari.
Baca Juga:CEO Sassuolo Tak Setuju Inter Dikenai Sanksi Akibat Lemparan Petasan ke Emil AuderoJurnalis Italia Tuding Bursa Transfer AC Milan Mengecewakan
Berdasarkan data Transfermarkt, Biancocelesti mencatatkan pemasukan tertinggi di Serie A sepanjang bursa transfer musim dingin, sekaligus membukukan saldo positif paling signifikan.
Lazio membukukan pemasukan €59,7 juta atau sekitar Rp1,014 triliun, dengan pengeluaran €36,5 juta (sekitar Rp620,5 miliar).
Dengan demikian, klub milik Claudio Lotito tersebut menutup bursa transfer dengan saldo positif €23,2 juta, setara Rp394,4 miliar.
Angka ini menjadikan Lazio sebagai klub dengan penghasilan terbesar dari bursa transfer musim dingin Serie A.
Aktivitas tinggi ini tak lepas dari pembatasan yang dialami Lazio pada bursa musim panas lalu, sehingga Januari menjadi momen utama untuk merapikan neraca keuangan.
Di posisi berikutnya ada Udinese, yang mencatatkan pemasukan €31 juta atau sekitar Rp527 miliar, dengan pengeluaran hanya €7,5 juta (Rp127,5 miliar).
Udinese bahkan menutup bursa dengan saldo positif €23,5 juta atau sekitar Rp399,5 miliar, sedikit lebih besar dari Lazio dari sisi neraca bersih.
Atalanta kembali menegaskan reputasinya sebagai klub yang piawai menjual pemain.
Baca Juga:Ditolak Lima Pemain, Inter Disarankan Beli Kembali Anak Legenda dan Permanenkan Manuel AkanjiMedia Italia: Chivu Larang Frattesi Hengkang ke Nottingham Forest
La Dea mengantongi pemasukan €37 juta (Rp629 miliar) dan mengeluarkan €22 juta (Rp374 miliar), sehingga mencatatkan saldo positif €15 juta atau sekitar Rp255 miliar.
Di tengah dominasi Lazio, kondisi tiga raksasa Serie A justru memperlihatkan pendekatan yang sangat berbeda.
Juventus nyaris tidak berbelanja sama sekali. Bianconeri mencatatkan pemasukan €2,5 juta (Rp42,5 miliar) tanpa pengeluaran, sehingga menutup bursa dengan saldo positif kecil.
Strategi ini menegaskan kehati-hatian manajemen Juventus, yang masih fokus menstabilkan keuangan dan merencanakan pergerakan besar di musim panas.
AC Milan memilih jalan konservatif. Rossoneri mengeluarkan €8 juta atau sekitar Rp136 miliar tanpa mencatatkan pemasukan dari penjualan pemain.
Investasi Milan lebih diarahkan untuk jangka panjang, terutama pada pemain muda, sehingga dampaknya baru diharapkan terasa dalam beberapa musim ke depan.
