Pesan Bubur Berujung Bogem, Warga Tamansari Kota Tasikmalaya Polisikan Oknum Driver Ojol 

driver ojol aniaya pelanggan di Kota Tasikmalaya
Ilustrasi pesan bubur berujung bogem. olah digital AI
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Niat mengisi perut karena lapar justru malah berujung mengisi laporan polisi.

Seorang warga Tamansari Kota Tasikmalaya inisial H (35) melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum driver ojek online (ojol) ke Polres Tasikmalaya Kota, Senin (2/2/2026) sore.

Peristiwa tersebut dipicu oleh perselisihan harga pesanan bubur yang dipesan melalui aplikasi ojol.

Baca Juga:Tersangka Eksploitasi Terancam Penjara 10 Tahun: Kuasa Hukum Kurang Puas, Polisi Penuhi Berkas Arahan JaksaRamp Check Bus di Kota Tasikmalaya, Satlantas Pastikan Armada Tak Sekadar Jalan Tapi Juga Layak Jalan

Korban menyebut terjadi perbedaan nominal antara harga yang tertera di aplikasinya dengan yang muncul di aplikasi milik driver.

Menurut H, di aplikasinya harga bubur tercatat Rp14 ribu. Namun di aplikasi driver, harga berubah menjadi sekitar Rp18 ribu hingga Rp19 ribu.

“Saya bilang tiap hari beli Rp14 ribu, kok sekarang jadi Rp19 ribu. Saya minta dibatalkan saja kalau beda harga,” ujar Hakim saat memberi keterangan kepada polisi.

Alih-alih berakhir damai, perdebatan harga bubur justru berubah menjadi adu fisik.

Hakim mengaku dipukul pertama kali di bagian hidung menggunakan kepalan tangan hingga hampir terjatuh.

Tak berhenti di situ, ia terus dihantam dan rambutnya dijambak.

“Saya sempat lari, tapi karena pakai sarung saya jatuh. Di situ saya dipukuli terus, kayak pakai benda tumpul atau batu. Kejadiannya cepat, sekitar 15 menit,” katanya.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan telinga kiri.

Baca Juga:Fortuner Tabarakan dengan Ojol di Kota Tasikmalaya, Diduga Pengemudi Mobil Mengantuk Travel Gelap dan Knalpot Brong Jadi Target, Operasi Keselamatan Lodaya di Kota Tasikmalaya Dimulai

Ia sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya melapor ke Mapolres Tasikmalaya Kota.

Ironisnya, peristiwa itu terjadi di hadapan warga sekitar. Namun tak satu pun berani melerai.

“Saya teriak minta tolong, tapi warga enggak ada yang berani. Mungkin takut salah ikut campur,” ungkapnya.

Pihak Polres Tasikmalaya Kota kabarnya telah menerima laporan korban dengan nomor registrasi LP/B/74/11/2025/SPKT/Polres Tasikmalaya Kota.

Berdasarkan surat permintaan Visum et Repertum bernomor B/112/II/RES.1.6./2026/Sat.Reskrim, korban diarahkan menjalani pemeriksaan medis di RSUD dr. Soekardjo sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota untuk mengungkap identitas pelaku serta memastikan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

0 Komentar