Namun, kesuksesan itu justru menjadi bumerang karena manajemen memilih tidak mengambil risiko finansial tambahan.
Kondisi skuad pun menyisakan lubang serius. Inter hanya memiliki satu bek kanan murni yang tersedia, yakni Luis Henrique, yang dinilai sebagai titik lemah Nerazzurri.
Meski demikian, manajemen tetap menolak tawaran untuk sang pemain, sama halnya dengan Davide Frattesi yang juga dipertahankan meski diminati sejumlah klub.
Baca Juga:Media Italia: Chivu Larang Frattesi Hengkang ke Nottingham ForestDaftar 3 Striker Incaran AC Milan Usai Gagal Datangkan Mateta: Allegri Inginkan Moise Kean
Bursa transfer musim dingin ini menegaskan prioritas utama pemilik klub: stabilitas finansial dan target minimal lolos ke Liga Champions.
Pendekatan serupa juga terlihat di AC Milan, yang belajar dari kegagalan musim lalu setelah berinvestasi besar demi bersaing di Eropa, namun akhirnya harus melepas dua pilar penting seperti Tijjani Reijnders dan Theo Hernandez.
Fokus Inter kini sepenuhnya beralih ke musim panas. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, Nerazzurri harus mempersiapkan regenerasi serius.
Kontrak Yann Sommer, Francesco Acerbi, Stefan de Vrij, Matteo Darmian, dan Henrikh Mkhitaryan akan segera berakhir.
Inter dipastikan membutuhkan penjaga gawang baru—nama Guglielmo Vicario dari Tottenham Hotspur mulai disebut—serta setidaknya satu bek tengah seperti Muharemovic (Sassuolo) atau Oumar Solet (Udinese).
Belum lagi potensi kepergian Denzel Dumfries, yang memiliki klausul rilis €25 juta atau sekitar Rp425 miliar, angka yang terjangkau bagi klub-klub Premier League.
Satu pengorbanan besar mungkin diperlukan demi membiayai perombakan skuad.
Dengan kebutuhan akan bek cepat, gelandang bertahan yang kuat secara fisik, serta winger eksplosif seperti Marco Palestra, arah Inter mulai terlihat jelas.
Baca Juga:Resmi! Foggia Rekrut Adik Kandung Bintang Inter Milan dan Pemain Lulusan Akademi AS RomaMedia Italia: Tottenham Gagalkan Upaya Juventus Rekrut Kolo Muani dari PSG
Media Italia Calciomercato menyarankan Inter memermanenkan bek Swiss Manuel Akanji dari Manchester City dengan nilai sekitar €15 juta atau Rp255 miliar.
Selain Akanji, mereka juga diminta membeli kembali Aleksandar Stankovic—anak legenda klub Dejan Stankovic—dari Club Brugge dengan harga €23 juta atau sekitar Rp391 miliar.
Keputusan tersebut dinilai akan menjadi penentu apakah Inter benar-benar siap membuka siklus baru, atau kembali terjebak dalam kompromi yang membatasi ambisi mereka di level tertinggi Eropa.
