TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Delegasi siswa MAN 2 Tasikmalaya resmi bertolak ke Thailand untuk mengikuti ajang International Lead Youth Conference yang digelar pada 1–10 Februari 2026.
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam berpartisipasi aktif di kancah global sekaligus membawa nama baik madrasah dan Indonesia di tingkat internasional.
Delegasi MAN 2 Tasikmalaya terdiri dari tiga siswa, yakni Mahira Khuzaima, Syifa Aulirles dan M Fahrain Al Gifari, didampingi oleh guru pembimbing Wafa Samrotul Fuadah SPd MM. Mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan budaya selama konferensi berlangsung.
Baca Juga:Indosat Ulurkan Kepedulian Pasca Bencana, Hadir di Tengah Warga Bandung BaratHadirkan Snack Viral dan Baju Serba Rp 50 Ribu, Ramayana Tasikmalaya Resmi Dibuka
Humas MAN 2 Tasikmalaya, Asep Nursamsi, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam ajang internasional ini sejalan dengan visi Kementerian Agama, yaitu madrasah mendunia.
“Keikutsertaan MAN 2 Tasikmalaya dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa madrasah turut berpartisipasi aktif dalam pergaulan global. Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk membuka wawasan internasional bagi peserta didik,” ujar Asep.
Ia menjelaskan, proses seleksi peserta dilakukan secara bertahap dan ketat. Tahapan awal dimulai dari penyebaran informasi kepada siswa, kemudian dilanjutkan dengan seleksi oleh guru pembina ekstrakurikuler hubungan internasional.
“Siswa diseleksi berdasarkan visi dan misi mereka mengikuti kegiatan ini. Setelah itu, mereka diminta menjelaskan pandangan sesuai tema konferensi, hingga akhirnya mempresentasikan rancangan program menggunakan bahasa Inggris,” jelasnya.
Selama konferensi, para delegasi akan mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari lomba pembuatan video bertema bisnis digital hingga workshop pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia bisnis.
Workshop tersebut akan diisi oleh akademisi dan pegiat bisnis dari Chiang Rai, Thailand, serta perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Thailand. “Selain kegiatan akademik, para siswa juga akan mengikuti agenda kebudayaan. Ini penting agar mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman lintas budaya,” kata Asep.
Untuk mendukung kesiapan peserta, pihak madrasah telah melakukan pembimbingan intensif selama dua minggu sebelum keberangkatan. Pembimbingan tersebut meliputi pendampingan pembuatan video presentasi bisnis digital serta pemberian motivasi kepada siswa.
Baca Juga:5 Laptop Acer Paling Laris di Acer Official StoreProgram JKN Menjangkau 282,7 Juta Jiwa, Ratusan Kepala Daerah Terima UHC Awards 2026
Asep menegaskan bahwa partisipasi dalam forum internasional tersebut tidak hanya berorientasi pada keikutsertaan semata, tetapi juga pada dampak jangka panjang bagi pengembangan wawasan dan karakter siswa.
