Ketua DPRD seharusnya bukan hanya pemimpin sidang. Bukan sekadar penjaga palu. Ia mestinya menjadi penyeimbang kekuasaan. Penyambung lidah rakyat. Bahkan, kalau perlu, pengganggu kenyamanan pemerintah.
Namun yang terlihat sejauh ini, Budi Ahdiat lebih sering menjaga harmoni daripada menggugah.
Mungkin ini soal gaya. Mungkin juga soal strategi. Tapi politik punya hukum sederhana: yang terlalu aman, sering kali tak meninggalkan kesan.
Baca Juga:IKA PMII Sebut Memimpin Kota Tasikmalaya Bukan Lari dari Dialog!Turnamen Basket Cypher Cup Kota Tasikmalaya Berakhir, SMAN 1 dan SMAN 5 Jadi Juara
Masa jabatan masih panjang. Waktu masih tersedia. Publik Kabupaten Tasikmalaya menunggu: apakah Ketua DPRD akan terus memilih senyap—atau mulai bicara lantang atas nama rakyat yang diwakilinya. (red)
