Milan terus menjaga komunikasi dengan agen sang pemain.
Keputusan untuk mempercepat negosiasi diambil setelah Rossoneri menyadari pembicaraan antara Crystal Palace dan Juventus tidak berjalan mulus.
Giorgio Furlani pun menginstruksikan para perantara Milan untuk menutup kesepakatan secepat mungkin, bahkan dengan menjaga prosesnya tetap senyap agar tidak memancing klub lain masuk.
Milan juga yakin Mateta akan lebih memilih proyek Rossoneri dibandingkan tawaran Nottingham Forest.
Baca Juga:Ivan Perisic Ngotot Pulang ke Inter, Agen Temui Petinggi PSVComo Mainkan Sepakbola Terbaik di Italia, Fabregas Disebut Titisan Gasperini di Atalanta
2. Eksperimen Nkunku Tidak Meyakinkan
Di paruh pertama musim, Allegri berusaha memaksimalkan sumber daya yang ada. Salah satu eksperimen yang dilakukan adalah memainkan Nkunku sebagai striker tengah.
Namun hasilnya jauh dari ideal. Mantan pemain Chelsea itu hanya menunjukkan performa meyakinkan dalam segelintir pertandingan dan dinilai belum mampu memberi jaminan konsistensi sebagai ujung tombak utama.
Dengan status Nkunku sebagai pemain berbiaya tinggi, ketimpangan antara investasi dan kontribusi di lapangan menjadi bahan evaluasi serius.
Kehadiran Mateta dipandang sebagai solusi yang lebih konkret untuk meningkatkan produktivitas gol Milan.
3. Situasi Fisik Rafael Leao
Faktor lain yang tak kalah penting adalah kondisi Rafael Leao. Meski tetap menjadi andalan, winger asal Portugal itu dilaporkan mengalami masalah fisik, khususnya nyeri di area adduktor yang sudah dirasakannya selama berbulan-bulan.
Milan ingin mengelola menit bermain Leao dengan lebih bijak agar performanya tetap optimal hingga akhir musim.
Dengan adanya Mateta, serta Fullkrug yang sudah lebih dulu masuk skuad, Leao berpeluang kembali dimainkan sebagai second striker.
Baca Juga:Media Italia Puji Debut Daniel Maldini Bersama Lazio: Pintar Buka Ruang untuk Pemain SayapInter Milan Ketemu Bodo/Glimt di Babak Playoff Liga Champions, Zanetti Waspadai Ancaman Cuaca Dingin
Peran ini dianggap lebih natural dan tidak terlalu membebani fisiknya dibandingkan menjadi penyerang utama.
4. Penilaian Harga yang Masuk Akal
Dari sudut pandang finansial, Milan menilai harga Mateta masih sangat rasional.
Transfer €30 juta (Rp510 miliar) untuk musim panas, atau €35 juta (Rp595 miliar) jika dipercepat, dianggap sepadan untuk striker yang sudah teruji mencetak gol di Premier League, liga yang kerap disebut sebagai kompetisi elite dunia.
Dalam evaluasi internal klub, Mateta dinilai berada di usia emas, memiliki fisik kuat, pengalaman internasional, dan potensi kontribusi instan.
Kombinasi faktor teknis, taktis, dan ekonomi inilah yang membuat AC Milan siap bergerak agresif, meski harus menikung Juventus di tikungan terakhir bursa transfer.
