Como Mainkan Sepakbola Terbaik di Italia, Fabregas Disebut Titisan Gasperini di Atalanta

Cesc Fabregas
Cesc Fabregas Tangkapan layar Instagram@comofootball
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Duel Como vs Atalanta yang akan berlangsung pada Minggu (1/2) pukul 21.00 WIB bukan sekadar laga biasa Serie A.

Pertandingan ini membawa nuansa nostalgia, mengingatkan publik pada momen ketika Gian Piero Gasperini perlahan mengubah Atalanta menjadi salah satu tim paling menakutkan di Italia, bahkan Eropa.

Kini, banyak pengamat melihat bayangan proses itu kembali terulang, kali ini di tangan Como dan pelatih mudanya, Cesc Fabregas.

Baca Juga:Media Italia Puji Debut Daniel Maldini Bersama Lazio: Pintar Buka Ruang untuk Pemain SayapInter Milan Ketemu Bodo/Glimt di Babak Playoff Liga Champions, Zanetti Waspadai Ancaman Cuaca Dingin

Pertemuan Como dan Atalanta layak disebut derbi, bukan hanya karena faktor geografis Lombardia, tetapi juga karena kesamaan identitas dan ambisi.

Como saat ini dihuni pemain-pemain bertalenta, dikelola dengan visi besar, serta dipimpin oleh seorang pelatih yang dianggap sebagai “ahli sepak bola”.

Gambaran ini sangat mirip dengan Atalanta di masa-masa awal era Gasperini, ketika La Dea mulai naik kelas dan menantang tatanan lama Serie A.

Istilah “Como is the new Atalanta” kian sering terdengar.

Julukan ini mencoba menangkap esensi transformasi Como: sebuah klub yang dulu dipandang kecil, kini tampil berani, progresif, dan siap menjadi kekuatan baru sepak bola Italia, meniru jalur yang pernah ditempuh Nerazzurri dari Bergamo.

Kesamaan keduanya tak berhenti di lapangan. Dari sisi manajemen, Como dan Atalanta sama-sama didorong oleh ambisi besar pemilik klub.

Como berada di bawah kendali keluarga Suwarso, yang disebut-sebut sebagai salah satu pemilik dengan kekuatan aset terbesar di Italia.

Baca Juga:Hasil Undian Babak Play-off Liga Champions: Inter vs Bodo/Glimt, Juventus Hadapi GalatasarayMedia Italia: AC Milan Sukses Curi Striker Incaran Juventus

Sementara itu, Atalanta di era awal Gasperini dimiliki keluarga Percassi, yang meski tidak sekuat Como secara finansial, mampu mengimbangi keterbatasan dana dengan ide cerdas, investasi tepat sasaran, dan strategi penjualan pemain yang brilian.

Keberhasilan Atalanta kala itu tak lepas dari peran Giovanni Sartori, direktur olahraga yang dianggap salah satu terbaik di Italia.

Kini, Como mencoba meniru model tersebut lewat kerja Carlalberto Ludi sebagai direktur olahraga, berkolaborasi erat dengan Fabregas.

Fokusnya jelas: merekrut pemain muda potensial, membangun tim dengan identitas kuat, dan menanamkan keberanian untuk bermain menyerang di setiap stadion.

0 Komentar