Pemkab Garut Optimis Kehadiran Kantor Imigrasi Bisa Perbaiki Iklim Investasi

imigrasi garut
Beberapa pemohon pembuatan paspor sedang dilayani di Kantor Imigrasi Garut, Kamis (29/1/2026). (Agi Sugiana/radartasik.id)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Kabupaten Garut kini memiliki kantor imigrasi kelas II non TPI. Keberadannya semakin memudahkan masyarakat yang ingin membuat paspor atau memperpanjang paspor.

Sebelumnya, masyarakat yang hendak mengurus paspor harus berangkat ke Tasikmalaya atau Bandung.

“Keberadaan Kantor Imigrasi Garut ini tentunya diharapkan pelayanan akan semakin dekat kepada masyarakat,” ucap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Asep Kurnia, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga:Logay, Nama yang Terlalu Banyak Gaya!Wajah Baru Pengurus PAC PDIP Tamansari, Imam Mulyana Isi Kursi Sekretaris

Ia menyebut, banyak masyarakat yang mau umrah dan mempersiapkan paspornya. Kemudian ada yang hendak magang ke luar negeri bahkan liburan. “Ini menunjukan bahwa kesejaterana masyarkat Kabupaten Garut semakin meningkat,” katanya.

Selain itu, kata dia, keperluan paspor haji pun nantinya bisa dilakukan di Kantor Imigrasi Garut. “Nanti untuk yang haji untuk yang umrah bisa meminta mengajukan permohonan paspornya disini,” katanya.

Ia menyebut, Kantor Imigrasi Garut tidak hanya melayani paspor. Tetapi pelayanan terhadap orang asing.

Dia pun mendorong agar Kabupaten Garut lebih meningkatkan investasi dengan mendatangkan investor dari luar negeri. “Jadi kita siapkan untuk pelayanan izin tinggalnya untuk Kitas-nya dan lain sebagainya yang berkaitan dengan keimigrasian,” katanya.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, pendirian Kantor Imigrasi membutuhkan waktu tidak sebentar. Tetapi karena keseriusan, sehingga kantor imigrasi ini bisa cepat terealisasi.

“Ini akan menjadikan Garut sebagai kota yang terbuka, baik in maupun out. Jadi artinya, orang Garut yang mau ke luar negeri tidak susah untuk bekerja, pendidikan maupun melakukan usaha,” katanya.

Meskipun saat ini alokasinya masih minim, harapan ke depannya bisa terus bertambah. “Tadi saya dengar alokasinya baru 30, mungkin kedepan bisa ditambah lagi kita lihat lagi kebutuhannya,” pungkasnya. (Agi Sugiana)

0 Komentar