Korban Kasus Eksploitasi Anak di Kota Tasikmalaya Masih Trauma, Kuasa Hukum: Akan Membuat Laporan Baru

korban eksploitasi anak Kota Tasikmalaya masih trauma
Kuasa Hukum Korban, M Naufal Putra SH dari NP Law Office saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (30/1/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID

Kasus dugaan eksploitasi anak yang menyeret content creator di Kota Tasikmalaya belum sepenuhnya selesai di meja hukum.

Di balik status tersangka yang sudah disematkan polisi, sejumlah korban lainnya justru masih terjebak di ruang trauma yang panjang dan sunyi.

Kuasa hukum korban, M Naufal Putra SH dari NP Law Office, mengungkapkan bahwa hingga kini beberapa korban lainnya belum sanggup membuat laporan baru karena kondisi psikologis yang belum pulih.

Baca Juga:Warga Cipedes Sulap Selokan Jadi Kolam Lele, Upaya Lawan Inflasi dari Drainase Kota Tasikmalaya8 Kandidat Bakal Calon Rektor Unsil Bertarung Perebutkan 35 Suara, ini Nomor Urutnya

“Saat ini korban masih dalam proses trauma healing dan asesmen psikologis maupun psikososial bersama psikolog tersertifikat melalui Lembaga Taman Jingga,” ujar Naufal, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, sebagian korban lainnya mengalami trauma berat sehingga belum mampu datang ke kepolisian untuk melaporkan dugaan kekerasan seksual dan pelecehan yang mereka alami.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami akan membuat laporan baru, agar tindak pidana kekerasan seksual maupun pelecehannya bisa terungkap,” katanya.

Naufal menyebut, kasus yang mencuat ke publik saat ini baru sebatas eksploitasi anak.

Padahal, dugaan peristiwa yang dialami korban lainnya jauh lebih kompleks dan terjadi dalam rentang waktu berbeda.

“Ada kejadian dua tahun lalu, ada setahun lalu, bahkan ada yang baru terjadi Januari kemarin, sekitar tanggal 15,” ungkapnya.

Korban yang peristiwa terakhir terjadi pada Januari 2026 sempat dimintai keterangan oleh Polres Tasikmalaya Kota.

Namun, statusnya masih sebagai saksi dalam perkara eksploitasi anak.

Baca Juga:UPTD PPA Ogah Disebut Ikut Manggung: Jangan Sampai Kasus Eksploitasi Anak Jadi Arena Saling KlaimHandphone dan Dua Akun Medsos Jadi Barang Bukti Kasus Eksploitasi Anak di Kota Tasikmalaya

“Nanti kita menunggu keputusan penyidik, apakah dibuat laporan baru atau hanya memperkuat laporan yang sudah ada. Kami tidak ingin mendahului pihak kepolisian,” tegasnya.

Ia menepis anggapan bahwa pendampingan korban adalah bagian dari “urusan panggung” atau mencari sorotan.

“Kami fokus pada pemulihan korban dan trauma healing. Ini bukan soal cari panggung,” katanya.

Justru, Naufal menyoroti peran Pemerintah Kota Tasikmalaya yang dinilainya belum hadir secara nyata di sisi korban.

“Ini harus jadi cambuk bagi Pemkot. Kota Tasikmalaya yang dikenal religius seharusnya tidak membiarkan kejadian seperti ini terulang,” ucapnya.

0 Komentar