BANJAR, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota Banjar menghentikan sementara proses pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Kamisama yang berlokasi di Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja.
Keputusan ini diambil menyusul polemik di masyarakat akibat sempat terjadinya penumpukan sampah di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar Asep Tatang Iskandar mengatakan, pengolahan sampah di TPS Kamisama untuk sementara waktu tidak dilanjutkan.
Baca Juga:Gelorakan Kedisiplinan, 93 Sekolah Ikuti LKBB Grilya Mustofa Nasional di MAN 1 TasikmalayaLogay, Nama yang Terlalu Banyak Gaya!
“Terkait pengolahan TPS Kamisama, untuk sementara tidak dilanjutkan,” ucapnya, Jumat (30/1/2026).
Asep menjelaskan, penghentian tersebut dilakukan karena pihak ketiga yang sebelumnya mengelola TPS Kamisama tidak lagi sanggup melanjutkan pengelolaan pasca terjadinya penumpukan sampah di sekitar lokasi.
Penumpukan itu terjadi karena proses pemilahan sampah yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat tidak berjalan sebagaimana konsep awal, sehingga petugas TPS harus melakukan pemilahan di lokasi.
Padahal, sesuai konsep awal TPS Kamisama, sampah yang masuk seharusnya sudah dipilah sesuai kriteria masing-masing untuk kemudian diolah, sehingga tidak perlu dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Konsep awal TPS Kamisama demikian, tapi seiring berjalannya waktu mulai tidak berjalan lagi. Kendalanya masyarakat tidak memilah sampah, karena merubah mindset memang sulit,” jelasnya.
Untuk mencegah kembali terjadinya penumpukan, sementara waktu pengelolaan sampah dari masyarakat diambil alih oleh petugas DLH seperti sebelum TPS Kamisama beroperasi.
Langkah ini dilakukan guna memastikan pengangkutan sampah tetap berjalan dan tidak menimbulkan keluhan baru di masyarakat.
Baca Juga:Wajah Baru Pengurus PAC PDIP Tamansari, Imam Mulyana Isi Kursi SekretarisKiai Miftah Fauzi Membaca Ulang Kota Tasikmalaya!
Asep pun mengingatkan masyarakat agar mulai membiasakan memilah sampah dari rumah, terutama sampah yang memiliki nilai ekonomis. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah menjadi kunci agar sistem pengolahan berbasis pemilahan dapat berjalan efektif.
“Untuk proses tidak dilanjut, saat ini tinggal menunggu proses administrasi sebelum nanti diambil alih oleh pemerintah atau pihak ketiga hang lain,” ujarnya. (Anto Sugiarto)
