Nuansa Ramadan yang lekat dengan identitas Kota Tasikmalaya sebagai kota santri dinilai semakin pas dengan konsep acara tersebut.
Bahkan, panitia disebut berencana memperpanjang durasi kegiatan.
“Tadi Pak Iwan berbisik, ‘Pak, kalau bisa ke depan kami ingin coba lebih panjang lagi.’ Alhamdulillah. Ini cocok, suasananya pas, Ramadan dan Kota Santri ketemu,” pungkasnya.
Safari Ramadan Yogya pun menjadi contoh bahwa acara religi bisa bertransformasi menjadi mesin ekonomi.
Baca Juga:KPAD Kota Tasikmalaya Pasang Alarm Digital: Childhood Grooming Makin Lincah, Anak Jangan Jadi Korban KontenKorban Kasus Eksploitasi Anak di Kota Tasikmalaya Masih Trauma, Kuasa Hukum: Akan Membuat Laporan Baru
Kota Tasikmalaya bukan hanya tempat singgah ibadah, tapi juga pusat perputaran uang—dari belanja hingga sekadar ongkos ke toilet. (rezza rizaldi)
