TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Aksi unjuk rasa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya di depan Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (30/1/2026), berubah panas.
Bukan hanya soal tuntutan bertemu wali kota, tetapi juga diwarnai insiden robeknya baju polisi dan klaim adanya dugaan senjata tajam di tengah kerumunan massa.
Seorang anggota Polsek Cihideung, Briptu Zaid Sulthan F, dilaporkan mengalami robekan pada kerah baju bagian kanan serta goresan kecil pada kaos dalamnya. Polisi menduga luka tersebut akibat senjata tajam.
Baca Juga:KPAD Kota Tasikmalaya Pasang Alarm Digital: Childhood Grooming Makin Lincah, Anak Jangan Jadi Korban KontenKorban Kasus Eksploitasi Anak di Kota Tasikmalaya Masih Trauma, Kuasa Hukum: Akan Membuat Laporan Baru
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto menyebut secara umum aksi berjalan kondusif, meski ada kericuhan di tengah jalannya demonstrasi.
“Pelaksanaan aksi di depan Bale Kota hari ini berjalan aman dan lancar atas kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Ia membenarkan adanya anggota yang mengalami robekan pada pakaian saat bertugas.
“Tadi saya lihat langsung, bajunya robek seperti ada guratan. Alhamdulillah yang bersangkutan aman dan sehat,” katanya.
Kapolres pun mengingatkan mahasiswa agar tidak membawa barang berbahaya saat menyampaikan aspirasi.
“Unjuk rasa adalah hak, tapi harus damai dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Namun tudingan polisi soal dugaan senjata tajam langsung dibantah keras oleh Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Ilham Ramdani.
Baca Juga:Warga Cipedes Sulap Selokan Jadi Kolam Lele, Upaya Lawan Inflasi dari Drainase Kota Tasikmalaya8 Kandidat Bakal Calon Rektor Unsil Bertarung Perebutkan 35 Suara, ini Nomor Urutnya
Ia menegaskan pihaknya telah memastikan tidak ada kader yang membawa sajam sebelum aksi dimulai.
“Sejak awal kami pastikan sahabat-sahabat PMII tidak membawa senjata tajam. Yang disebutkan Kapolres itu tidak benar,” tuturnya.
Ilham justru menyebut pihaknya memiliki korban luka akibat benturan dalam aksi.
“Kami juga punya korban, ada lima orang yang terluka. Ada di tangan, kepala, dan kaki. Bekasnya masih ada,” ungkapnya.
Menurut Ilham, situasi aksi yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB memang berjalan dinamis dan penuh ketegangan.
“Ekspresi massa tidak bisa dihindari, tapi kami pastikan tidak ada yang membawa sajam,” pungkasnya.
Tuntut Bertemu Wali KotaDi balik ketegangan itu, PMII Kota Tasikmalaya membawa sederet tuntutan serius kepada Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan.
