Keju bukan hanya pelengkap, melainkan sering menjadi bintang utama hidangan.
5. Budaya Antipasti vs Tapas
Italia memiliki tradisi antipasti sebagai hidangan pembuka untuk membangkitkan selera sebelum hidangan utama disajikan.
Ini bisa berupa berbagai makanan ringan dari sayuran hingga daging.
Sementara itu, Spanyol memiliki tradisi tapas dengan konsep yang berbeda, di mana hidangan kecil disajikan secara berurutan.
6. Espresso vs Teh
Setelah bersantap, Italia sering menutup makan dengan secangkir espresso pekat.
Minuman ini dianggap sebagai penutup yang sempurna untuk membantu pencernaan.
Baca Juga:Bukan Sekadar Nostalgia, Mourinho Buktikan Benfica Layak Singkirkan Real Madrid, Apakah Akan Bertarung Lagi?Gagal Aman, Dua Raksasa Spanyol Hadapi Ancaman Tersingkir Lebih Dini di Liga Champions
Di sisi lain, negara-negara di Asia lebih sering menutup makan dengan teh yang juga memiliki fungsi serupa dalam budaya mereka.
7. Pizza vs Roti Pipih
Pizza Italia, dengan beragam topping dan teknik panggang khusus, telah mendunia dan menjadi identitas kuliner yang kuat.
Proses pembuatan adonan dan pemilihan toppingnya sangat diperhatikan.
Timur Tengah juga memiliki roti pipih namun dalam bentuk yang lebih sederhana, seperti pita.
8. Kesederhanaan vs Kompleksitas Bumbu
Masakan Italia cenderung menekankan kesederhanaan bahan dan rasa, membiarkan kualitas bahan baku berbicara sendiri.
Bumbu yang digunakan cenderung tidak terlalu banyak, namun dipilih dengan cermat.
Berbeda dengan masakan India, yang terkenal dengan kompleksitas rempah dan bumbu yang melimpah.
9. Wine Pairing vs Sake/Beer Pairing
Italia memiliki tradisi kuat dalam memadukan makanan dengan wine yang tepat, sehingga menciptakan pengalaman kuliner yang harmonis.
Setiap hidangan memiliki wine pasangannya.
Baca Juga:Mbappe Buka Suara Usai Real Madrid Tersungkur dari Benfica, Gol Kiper Menambah Rasa MaluReal Madrid Masih Bimbang Tentukan Pelatih Musim Depan, Unai Emery atau Jurgen Klopp?
Sementara itu, Jepang memadukan hidangan dengan sake, dan Jerman dengan beer.
10. Keberagaman Regional vs Homogenitas
Salah satu hal menarik dari masakan Italia adalah keberagaman regionalnya yang sangat kaya.
Setiap daerah memiliki hidangan khas dan tradisi kulinernya sendiri.
Beberapa negara lain mungkin memiliki kuliner yang lebih homogen atau seragam di seluruh wilayahnya.
Ini menciptakan kekayaan yang luar biasa dalam tradisi kuliner Italia.
Masakan Italia memang menawarkan keunikan dan kekayaan yang membedakannya dari kuliner dunia lainnya.
Dari penggunaan minyak zaitun hingga tradisi antipasti dan keberagaman regional, setiap aspek mencerminkan filosofi kuliner yang mendalam.
