“Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan peran sektor jasa keuangan dalam mendorong pembiayaan produktif, investasi daerah, serta pengembangan sektor-sektor unggulan agar pertumbuhan ekonomi dapat dipercepat secara berkelanjutan,” ujar Nofa.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Priangan Timur pada 2025 tercatat sebesar 4,42 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen dan Provinsi Jawa Barat sebesar 5,20 persen pada triwulan III.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk, Andry Asmoro memaparkan bahwa ketidakpastian geopolitik global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi dinamika perekonomian, termasuk volatilitas nilai tukar rupiah dan respons kebijakan ekonomi nasional.
Baca Juga:5 Laptop Acer Paling Laris di Acer Official StoreProgram JKN Menjangkau 282,7 Juta Jiwa, Ratusan Kepala Daerah Terima UHC Awards 2026
Meski demikian, ia menilai perekonomian Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang positif. Dengan dukungan ketahanan permintaan domestik, stabilitas sektor keuangan, serta kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran 5,18 persen.
Di luar sektor perbankan, kinerja LKM dan LKM Syariah di Priangan Timur masih menghadapi tekanan. Hingga Desember 2025, aset tercatat turun 3,37 persen (yoy) menjadi Rp 108,55 miliar, sementara penyaluran kredit menurun 17,59 persen (yoy) disertai peningkatan NPL hingga 15,67 persen.
Sebaliknya, Pegadaian justru mencatatkan ekspansi usaha dengan pertumbuhan aset sebesar 19,48 persen menjadi Rp 11,82 miliar dan penyaluran pinjaman meningkat 23,59 persen menjadi Rp 6,28 miliar.
Selain pengawasan sektor jasa keuangan, OJK Tasikmalaya juga mencatat telah melaksanakan 148 kegiatan edukasi keuangan sepanjang 2025 dengan total 28.873 peserta. Dari sisi pelindungan konsumen, sebanyak 1.436 pengaduan masyarakat di sektor jasa keuangan telah ditindaklanjuti dengan tingkat penyelesaian mencapai 99,96 persen. (Fitriah Widayanti)
