RADARTASIK.ID – Satu lagi penampilan kelas atas di Liga Champions kembali menegaskan bahwa darah sepak bola memang mengalir kuat dalam diri Aleksander Stankovic.
Putra dari legenda Inter Milan, Dejan Stankovic, kini menjelma menjadi sosok sentral di lini tengah Club Brugge dan mulai disebut-sebut media Italia sebagai calon penerus Hakan Calhanoglu di Inter.
Terkadang, perubahan besar dalam karier seorang pemain hanya membutuhkan waktu singkat.
Baca Juga:Liga Europa: AS Roma dan Bologna Targetkan Finis 8 BesarGianpiero Marini Yakin Inter Akan Raih Scudetto: Striker Mereka Terkuat di Serie A
Dalam kasus Aleksander Stankovic, 30 hari terakhir menjadi periode krusial yang mengubah statusnya dari sekadar prospek menjanjikan menjadi pemain kunci.
Sejak akhir Desember, gelandang kelahiran 2005 itu tampil luar biasa dan mengambil alih kendali permainan Club Brugge, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Stankovic kini bukan hanya pemain reguler, tetapi juga wajah internasional Club Brugge di bursa transfer.
Penampilan gemilangnya di Liga Champions menjadi etalase sempurna bagi bakatnya, sekaligus mengingatkan Inter pada alasan utama mereka melepas sang pemain ke Belgia dengan strategi jangka panjang yang matang.
Laga pamungkas melawan Marseille di Fase Liga Champions menjadi contoh paling nyata.
Dalam kemenangan telak 3-0 yang memastikan Club Brugge lolos ke babak play-off dan menyingkirkan Marseille asuhan Roberto De Zerbi, Stankovic tampil luar biasa dengan satu gol, dua assist, dan penghargaan Man of the Match.
Penampilan ini bukan kejutan semata, melainkan puncak dari performa konsistennya dalam sebulan terakhir.
Baca Juga:Gol Kiper Benfica Kirim Real Madrid ke Babak Playoff Liga Champions, Mourinho Pamer ke Mantan Pemain AS RomaInter Diprediksi Hadapi Benfica, Juventus Lawan Club Brugge, Ini Aturan Babak Play-off Liga Champions
Sejak Boxing Day, Stankovic mencatatkan lima gol dan dua assist hanya dalam enam pertandingan.
Dua gol di antaranya lahir di dua laga terakhir Liga Champions, sebuah statistik yang menegaskan lonjakan performa signifikan.
Ia benar-benar “meledak” setelah Natal, berubah dari pemain muda potensial menjadi bintang sesungguhnya.
Pada musim panas lalu, Stankovic memilih meninggalkan Inter dan bergabung dengan proyek ambisius Club Brugge.
Kepindahan tersebut bersifat permanen dengan nilai transfer sekitar €10 juta, atau setara Rp170 miliar.
Namun, kesepakatan itu disertai klausul penting: opsi pembelian kembali untuk Inter.
“Inter menginginkannya, saya hanya ingin pergi ke Club Brugge,” ujar Stankovic dalam sebuah wawancara, mengonfirmasi bahwa klausul tersebut merupakan bagian dari strategi bersama.
