BANJAR, RADARTASIK.ID – Sejumlah pelaku seni dan budayawan menggelar tradisi Nyalin di Situs Makam Raden Adipati Singaperbangsa I, Lingkungan Cikadu, Kelurahan Karangpanimbal Kecamatan Purwaharja, Kamis (29/1/2026).
Kuncen Situs Singaperbangsa Mamat Rahmat mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.
“Upacara adat membersihkan makam dan mengganti kain (kelambu) penutup makam menjelang bulan suci Ramadan,” ucapnya.
Baca Juga:Logay, Nama yang Terlalu Banyak Gaya!Wajah Baru Pengurus PAC PDIP Tamansari, Imam Mulyana Isi Kursi Sekretaris
Tradisi Nyalin dilakukan setahun sekali. Kegiatan itu dianggap merupakan bentuk penghormatan serta pelestarian budaya lokal di Kota Banjar.
Dikatakannya, makna yang terkandung dalam tradisi Nyalin yakni menjalin silaturahmi, doa bersama dan pelestarian warisan budaya lokal. “Intinya mempersiapkan diri, hati, memagar diri dan juga hati dalam rangka menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Kemudian dilanjutkan doa bersama yang dipimpin pupuhu dan sarasehan guar sejarah Raden Adipati Singaperbangsa I.
Salah seorang budayawan Rudi Ilham mengaku tradisi Nyalin merupakan bentuk penghormatan dan pelestarian budaya.
“Tradisi Nyalin merupakan pelestarian budaya lokal yang harus terus dilestarikan dan dijaga keberadaannya, agar anak cucu kita tahu akan budaya lokal,” ujarnya.
Pihaknya mengajak generasi muda tidak melupakan budaya lokal. Harus tetap dilestarikan. (Anto Sugiarto)
