TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Tasikmalaya dinilai timpang. Jika sejumlah ruas jalan di wilayah pedesaan mulai tersentuh perbaikan, sebaliknya jalan di kawasan pusat kota justru mengalami kerusakan parah dan belum kunjung diperbaiki.
Salah satu ruas yang menjadi sorotan adalah Jalan Raya Singaparna–Leuwisari, tepatnya di wilayah Sepanang Panyingkiran Cikeleng, Kecamatan Singaparna. Jalan yang berfungsi sebagai akses utama dan penunjang Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya itu kini dipenuhi lubang dan kerusakan di berbagai titik.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan jalan tersebut membentang lebih dari tiga kilometer. Lubang-lubang dengan kedalaman bervariasi tersebar di sepanjang ruas jalan, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
Ironisnya, jalan yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan itu disebut sudah bertahun-tahun tidak mendapat perbaikan berarti. Padahal, jalur tersebut merupakan salah satu akses tersibuk menuju pusat pemerintahan dan kawasan aktivitas masyarakat.
Selain menghambat arus lalu lintas, kondisi jalan yang rusak juga kerap memicu kecelakaan. Salah seorang pengendara, Dede Rahmat (45), mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah lama dikeluhkan warga.
“Jalan ini sudah lama rusak dan seperti dibiarkan. Banyak pengendara yang jatuh, terutama saat hujan karena lubang tertutup genangan air dan tidak terlihat,” ujarnya.
Menurutnya, situasi tersebut sangat membahayakan, terlebih pada malam hari dan saat curah hujan tinggi. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan agar tidak terus memakan korban.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Ridwan Fadilah. Ia mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak lama dan berdampak langsung pada kelancaran aktivitas masyarakat.
“Selain rawan kecelakaan, kemacetan sering terjadi, terutama pagi dan sore hari. Paling parah saat jam masuk dan pulang sekolah,” katanya.
Ridwan menegaskan, sebagai jalan penunjang ibu kota kabupaten, seharusnya ruas jalan Singaparna–Leuwisari menjadi prioritas perbaikan. Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan serius agar akses menuju pusat kota kembali aman, lancar, dan nyaman digunakan. (ujg)
